EKONOMI | POLITIK
“Kita perlu berani berinovasi menghadirkan daya ungkit pertumbuhan yang berkualitas. Efisiensi harus memastikan setiap rupiah mampu menghasilkan output yang nyata bagi masyarakat,”
Sinjai | SULSEL | Lapan6Online : Meski mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi sepanjang sejarah pada tahun 2025 sebesar 6,05%, Kabupaten Sinjai masih menghadapi tantangan serius berupa naiknya ketimpangan pendapatan (rasio gini) dan tingkat pengangguran terbuka dibandingkan tahun 2024.
Kondisi tersebut menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Sinjai 2027, yang digelar secara hibrida di Command Center Rujab Bupati Sinjai, pada Senin (30/3/2026).
Bupati Sinjai, menegaskan bahwa capaian indikator makro seperti kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penurunan angka kemiskinan tahun 2025 harus menjadi pijakan untuk langkah yang lebih inklusif.
“Kita perlu berani berinovasi menghadirkan daya ungkit pertumbuhan yang berkualitas. Efisiensi harus memastikan setiap rupiah mampu menghasilkan output yang nyata bagi masyarakat,” kata Ratnawati Arif..
Senada hal tersebut, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sulsel, A Darmawan Bintang mengingatkan agar Pemkab Sinjai memperkuat investasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan guna menekan ketimpangan. Ia menekankan pembangunan di sektor unggulan Sinjai seperti pertanian, perikanan, kelautan dan industri mikro harus selaras dengan tema pembangunan provinsi.
Dari sisi legislatif, Ketua DPRD Sinjai Andi Jusman mengatakan pihaknya telah menghimpun 548 pokok pikiran melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Aspirasi yang diserap dari reses dan kunjungan kerja ini difokuskan pada lima pilar utama, di antaranya meningkatkan infrastruktur strategis, peningkatan kualitas SDM, mutu tata kelola dan pelayanan publik, kualitas lingkungan hidup dan ketertiban masyarakat.
“RKPD harus mengakomodir perencanaan yang terukur dan akuntabel. Jangan sampai muncul pembangunan di luar RKPD karena itu akan menjadi masalah besar,” ujar Jusman.
Selain persoalan ekonomi makro, Bupati Ratnawati juga mengungkap kendala teknis terkait pendangkalan sungai di wilayah Sinjai. Akibat keterbatasan anggaran daerah untuk normalisasi, ia secara terbuka meminta dukungan Pemprov Sulsel untuk membantu proses pengerukan sungai guna mencegah dampak lingkungan lebih lanjut.
Musrenbang yang bertema “Penguatan Daya Saing SDM dengan Pemerataan Infrastruktur Berkelanjutan dan Berkeadilan” ini dihadiri perwakilan OPD, instansi vertikal, BUMN/BUMD, forum anak, forum perempuan, serta seluruh camat se-Kabupaten Sinjai.
*Pewarta : Nafsul Muthmainnah
*Editor : Amrullah Andi Faisal


















