Sentuhan Luhur di Kelas Modern : Kisah Muslim L, Guru SDN 19 Rangas Tak Ingin Siswa Kehilangan Akar, “Mandar-kan” Teknologi

0
291

EDUKASI

“Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tapi transfer nilai. Di era modern ini, anak-anak harus cakap teknologi, namun tetap harus memegang teguh identitasnya sebagai orang Mandar yang santun dan menghargai sesama,”

Majene | SULBAR | Lapan6Online : Di tengah gempuran digitalisasi pendidikan, seorang pendidik di SDN 19 Rangas, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, membuktikan bahwa teknologi secanggih apa pun tidak akan bisa menggantikan ketulusan budi pekerti.

Muslim L, S.Pd.Gr., guru kelas IV, kini menjadi sosok inspiratif berkat pendekatan mengajarnya yang unik: mengawinkan metode modern dengan etika santun dan budaya Mandar.

Memasuki tahun 2026, tantangan dunia pendidikan semakin kompleks.

Namun, bagi Muslim, kunci menghadapi era modern bukan hanya terletak pada layar perangkat pintar, melainkan pada karakter. Ia menerapkan teknik mengajar yang menempatkan “Poda” (kejujuran), “Siri” (harga diri/rasa malu), dan “Pappasang” (pesan leluhur) sebagai fondasi dalam setiap interaksi di kelas.

“Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tapi transfer nilai. Di era modern ini, anak-anak harus cakap teknologi, namun tetap harus memegang teguh identitasnya sebagai orang Mandar yang santun dan menghargai sesama,” ujar Muslim saat ditemui Lapan6Online.com, di sela-sela aktivitas mengajarnya, pada Sabtu (18/04/2026).

Harmoni Tradisi dan Inovasi
Dalam kesehariannya, Muslim tidak hanya menggunakan alat peraga digital, tetapi juga menyelipkan nilai-nilai kearifan lokal dalam penyampaian materi. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat menjaga tutur kata (santun), menciptakan suasana kelas yang inklusif namun tetap disiplin.

Beberapa poin utama dalam dedikasi karir Muslim L meliputi:
Integrasi Budaya: Menjadikan nilai luhur Mandar sebagai panduan perilaku siswa di sekolah.

Pendidikan Berbasis Karakter: Menekankan kesantunan sebagai kompetensi utama di samping nilai akademik.

Adaptasi Modern: Memanfaatkan perangkat teknologi terbaru tanpa meninggalkan sentuhan manusiawi.

Kepala Sekolah SDN 19 Rangas mengapresiasi langkah Muslim, menyebutnya sebagai teladan bagi guru muda lainnya dalam menjaga marwah pendidikan di Sulawesi Barat. Keberhasilan Muslim membuktikan bahwa menjadi guru modern tidak harus tercerabut dari akar budaya bangsa.

Melalui dedikasinya, Muslim L berharap lulusan SDN 19 Rangas tidak hanya tumbuh menjadi individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga menjadi insan yang ma’pakaraja (saling menghormati) dan mampu membawa nama baik daerah di kancah nasional maupun global. (*HGDP/Lpn6)