EKONOMI
“BI mengklaim pengelolaan ULN pemerintah tetap dilakukan secara cermat dan terukur, dengan dominasi utang jangka panjang 99,99 persen dan pemanfaatan utama pada sektor kesehatan, administrasi pemerintahan, pendidikan, konstruksi dan transportasi,”
Jakarta | Lapan6Online : Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2025 turun tipis menjadi 423,8 miliar dolar AS dari 424,9 miliar dolar AS pada Oktober 2025. Penurunan ini diikuti perlambatan pertumbuhan tahunan ULN menjadi 0,2 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 0,5 persen (yoy).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso dalam siaran pers, pada Kamis (15/1/2026), menyatakan perlambatan tersebut terutama dipengaruhi turunnya pertumbuhan ULN sektor publik di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

ULN pemerintah pada November 2025 tercatat 209,8 miliar dolar AS, turun dari 210,5 miliar dolar AS pada Oktober. Pertumbuhan tahunan ULN pemerintah melambat dari 4,7 persen menjadi 3,3 persen (yoy), karena pergerakan kepemilikan Surat Berharga Negara.
Meski demikian, BI mengklaim pengelolaan ULN pemerintah tetap dilakukan secara cermat dan terukur, dengan dominasi utang jangka panjang 99,99 persen dan pemanfaatan utama pada sektor kesehatan, administrasi pemerintahan, pendidikan, konstruksi dan transportasi.
Sementara itu, ULN swasta juga menurun jadi 191,2 miliar dolar AS, dari 191,7 miliar dolar AS pada Oktober 2025. Secara tahunan, ULN swasta masih mengalami kontraksi 1,3 persen (yoy), meski lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. ULN swasta didominasi sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, listrik dan gas, serta pertambangan.
BI menilai struktur ULN tetap sehat, tercermin dari rasio ULN terhadap PDB yang turun menjadi 29,3 persen dan dominasi utang jangka panjang sebesar 86,1 persen dari total ULN.
*Pewarta : Nafsul Muthmainnah
*Editor : Amrullah Andi Faisal
















