Pancasila sebagai Fondasi Moral dan Pilar Persatuan Bangsa Indonesia

0
42
Rd.Yudi-Anton-Rikmadani/Foto : Ist.

OPINI | POLITIK

“Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan juga pedoman moral yang membentuk karakter bangsa Indonesia di tengah keberagaman budaya, suku, dan agama,”

Oleh : Rd. Yudi Anton Rikmadani

SETIAP tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Tanggal ini bukan sekadar penanda sejarah, tetapi momen penting untuk mengenang lahirnya Pancasila sebagai dasar negara yang kokoh, kuat, dan mampu menjaga keutuhan bangsa di tengah badai perpecahan.

Pancasila adalah dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia. Dirumuskan oleh para pendiri bangsa. Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan juga pedoman moral yang membentuk karakter bangsa Indonesia di tengah keberagaman budaya, suku, dan agama. Lima sila dalam Pancasila mencerminkan nilai-nilai luhur yang menjadi jati diri bangsa, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan.

Di era modern yang penuh tantangan, seperti krisis nilai, intoleransi, hingga penyebaran hoaks, Pancasila menuntun kita untuk tetap menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan. Sila kedua dan kelima mengajarkan bahwa tidak ada pembangunan yang berarti tanpa keadilan dan tidak ada kemajuan tanpa menghargai hak asasi manusia. Oleh karena itu, pendidikan Pancasila harus ditanamkan sejak dini, tidak hanya sebagai pelajaran formal, tetapi juga dalam praktik sehari-hari.

Ketika setiap warga negara menjadikan Pancasila sebagai panduan hidup, maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat, beradab, dan bermartabat. Pancasila adalah warisan, tetapi juga tantangan. Sebagai bangsa Indonesia maka nilai-nilai Pancasila terus dihidupi, dijaga, dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai sumber kekuatan bangsa dalam menghadapi masa depan.

Peringatan 1 Juni bukan hanya seremoni, tetapi momentum untuk merefleksikan kembali arti penting Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai generasi penerus, kita dituntut untuk tidak hanya menghafal lima sila, tetapi mengamalkannya dalam sikap toleransi, semangat gotong royong, keadilan sosial, dan cinta tanah air.

Mari jadikan 1 Juni sebagai pengingat bahwa Pancasila adalah kekuatan utama bangsa Indonesia. Kesaktiannya bukan karena kata-katanya, tetapi karena semangat dan kesadaran rakyat Indonesia untuk terus menjaganya dalam hati, pikiran, dan tindakan. (**)

*Penulis Adalah: Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Prof Gayus Lumbuun (STIH-PGL