POLITIK
“Secara hukum dan organisasi, Kundori sudah selesai. Ia tidak lagi memiliki legalitas untuk berbicara atau bertindak atas nama PWI. Menggunakan nama PWI setelah pemecatan justru bisa dianggap pelanggaran,”
Pontianak l KALBAR l Lapan6Online : Kisruh internal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Barat kembali mencuat ke permukaan. Namun kali ini, suara lantang datang dari jajaran tertinggi organisasi : Ketua Dewan Pakar PWI Kalbar, Mamam Suratman, S.Pd., M.Sos., yang secara terbuka menyatakan pemecatan Kundori sebagai Ketua PWI Kalbar sah dan tidak dapat diganggu gugat.
“Secara hukum dan organisasi, Kundori sudah selesai. Ia tidak lagi memiliki legalitas untuk berbicara atau bertindak atas nama PWI. Menggunakan nama PWI setelah pemecatan justru bisa dianggap pelanggaran,” tegas Mamam saat dikonfirmasi, pada Kamis (25/7/2025).
Lebih lanjut, Mamam membongkar kekeliruan fatal pihak Kundori yang melayangkan somasi kepada Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Kalbar, Wawan Suwandi.
Ia menyebut tindakan tersebut sebagai salah sasaran dan tidak berdasar secara hukum.
“Somasi ke Wawan itu ibarat salah tembak. Wawan hanya menjalankan mandat dari PWI Pusat melalui SK resmi. Kalau merasa keberatan, arahkan gugatan ke penerbit SK, bukan ke pelaksananya. Itu logika hukum yang paling dasar,” tegasnya.
Mamam menilai, legalitas Wawan Suwandi sebagai Plt Ketua PWI Kalbar memiliki kekuatan penuh karena didasarkan pada mekanisme resmi organisasi.
“SK PWI Pusat itu otoritatif. Selama belum dicabut atau diganti, maka Wawan tetap sah memimpin PWI Kalbar,” lanjutnya.
Ia juga menyesalkan upaya-upaya liar yang dilakukan pihak tertentu untuk mengaburkan fakta dan menggiring opini publik seolah-olah terjadi ketidakabsahan kepemimpinan.
“Ini bukan soal suka atau tidak suka. Ini soal konstitusi organisasi. Jangan main tafsir seenaknya,” tandasnya.
Mamam mengingatkan semua pihak untuk menjaga marwah PWI sebagai organisasi profesi yang menjunjung tinggi etika, aturan, dan akal sehat.
“Kalau semua keputusan pusat bisa ditolak seenaknya, lalu untuk apa organisasi ini berdiri? ” pungkasnya dengan nada tajam.
Dengan pernyataan ini, Mamam Suratman tidak hanya meluruskan polemik, tapi juga memukul balik narasi-narasi menyesatkan yang selama ini berkembang di ruang publik. Tegas, terang, dan tak terbantahkan.
*Redaksi | Lapan6Online
















