
EKONOMI
“Koperasi tidak menunggu bantuan pembiayaan pemerintah, tetapi mulai memberdayakan potensi lokal seperti batu, pasir, sirtu, dan tanah (galian C). Menurutnya, program pinjaman yang dijanjikan pemerintah senilai Rp 3 miliar per KDMP masih belum pasti dan memerlukan proses panjang,”
Bengkayang l KALBAR l Lapan6online : Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Dharma Bhakti, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, melakukan pertemuan untuk mematangkan rencana usaha bisnis dan meningkatkan partisipasi anggota. Koperasi ini merupakan salah satu dari 124 KDMP di Kabupaten Bengkayang.
Kepala Desa Jelly Naswadi, selaku ex-officio KDMP, menyarankan agar koperasi tidak menunggu bantuan pembiayaan pemerintah, tetapi mulai memberdayakan potensi lokal seperti batu, pasir, sirtu, dan tanah (galian C). Menurutnya, program pinjaman yang dijanjikan pemerintah senilai Rp 3 miliar per KDMP masih belum pasti dan memerlukan proses panjang.

Ketua KDMP, Andreas Heriyanto, menegaskan pentingnya pendekatan dari dan untuk warga desa agar koperasi bisa berkembang dengan partisipasi aktif anggota.
Usaha utama KDMP Dharma Bhakti ke depan akan difokuskan pada pertambangan rakyat (galian C) yang memiliki potensi besar di wilayah desa dan sekitarnya. Namun, persoalan legalitas menjadi perhatian utama, sehingga langkah perizinan sedang diupayakan.
Heru Kamaruzzaman, Sekretaris KDMP sekaligus Ketua Umum Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Kabupaten Bengkayang, menyatakan bahwa izin dasar sudah diajukan, dan akan dikembangkan melalui kerja sama antar KDMP di kabupaten tersebut.
9 Langkah Strategis KDMP Dharma Bhakti yaitu :
- Menyiapkan kantor dan gerai usaha.
- Rapat internal untuk penetapan ART, Peraturan Khusus, dan Rencana Pengembangan Koperasi.
- Melengkapi 16 jenis buku administrasi sesuai regulasi.
- Menargetkan 200 anggota baru.
- Menjalankan usaha tambahan: penyaluran gas 3kg, pupuk bersubsidi, perdagangan hasil pertanian, dan konsumsi warga.
- Penataan simpanan pokok dan wajib agar seluruh warga dapat menjadi anggota.
- Membuka peluang penyertaan modal dari anggota dalam unit usaha.
- Belum akan mengajukan pinjaman ke bank, fokus pada penguatan modal sendiri dan potensi lokal.
- Upaya sinergisitas untuk pengurusan izin pertambangan (terutama Izin Galian C) bersama KDMP se Kabupaten Bengkayang
Kegiatan di dukungan penuh dari pemerintah desa terhadap semua langkah pengurus KDMP, asalkan tetap mematuhi hukum yang berlaku.

















