HUKUM
“Kami ingin menunjukkan bahwa jeruji besi bukan penghalang untuk berbuat baik. Donor darah ini adalah jembatan kasih dari dalam Rutan untuk menyelamatkan nyawa masyarakat di luar sana,”
Majene | SULBAR | Lapan6Online : Dalam semangat kepedulian antarsesama, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene sukses menggelar aksi donor darah serentak pada Kamis, 16 April 2026 kemarin.
Bekerja sama dengan RSUD Kabupaten Majene dan Palang Merah Indonesia (PMI), kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi warga binaan dan petugas pemasyarakatan dalam menjaga ketersediaan stok darah daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Rutan Majene ini merupakan bagian dari implementasi program nasional Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Tak hanya diikuti oleh jajaran petugas, antusiasme juga datang dari para warga binaan yang ingin memberikan sumbangsih positif bagi masyarakat di luar tembok Rutan.
Poin Utama Aksi Kemanusiaan:
Kolaborasi Strategis : Melibatkan sinergi tiga instansi utama: Rutan, RSUD, dan PMI.
Target Stok Darah : Fokus pada pemenuhan kebutuhan darah mendesak di rumah sakit setempat.
Partisipasi Inklusif : Melibatkan puluhan pendonor dari unsur petugas dan warga binaan yang telah lolos skrining kesehatan.
Nilai Pembinaan: Menjadi sarana bagi warga binaan untuk mengaktualisasikan diri melalui jalur kemanusiaan.
Implementasi Program Nasional
Kepala Rutan Kelas IIB Majene menyatakan bahwa aksi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk pengabdian nyata.
“Kami ingin menunjukkan bahwa jeruji besi bukan penghalang untuk berbuat baik. Donor darah ini adalah jembatan kasih dari dalam Rutan untuk menyelamatkan nyawa masyarakat di luar sana,” ujarnya.
Pihak PMI dan RSUD memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Mengingat kebutuhan darah yang sering kali fluktuatif, pasokan darah dari kegiatan serentak ini dinilai sangat membantu mengisi kekosongan stok untuk golongan darah tertentu yang sulit didapat.
Dampak Positif bagi Warga Binaan
Selain manfaat medis bagi penerima, kegiatan ini memberikan dampak psikologis positif bagi para warga binaan. Mereka merasa tetap menjadi bagian dari masyarakat yang berguna, yang diharapkan dapat mempercepat proses reintegrasi sosial mereka setelah bebas nanti.
Rusdi Hamid, SKM, MARS, selaku Direktur RSUD Kabupaten Majene, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kolaboratif ini.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Rutan Kelas IIB Majene atas sinergi luar biasa ini. Setiap tetes darah yang didonorkan hari ini adalah napas baru bagi pasien-pasien kami di RSUD. Inisiatif ini sangat membantu kami dalam menjaga ketersediaan stok darah yang sering kali kritis, terutama untuk kebutuhan darurat,” ujar Rusdi Hamid.,
Ia juga menambahkan ungkapan terima kasih khusus kepada para pendonor,”Terima kasih kepada seluruh jajaran petugas dan warga binaan yang telah bersedia mendonorkan darahnya. Tindakan ini adalah bukti nyata bahwa kemanusiaan melampaui segala batasan. Semoga kolaborasi strategis antara Rutan, RSUD, dan PMI ini terus berlanjut sebagai komitmen bersama dalam melayani kesehatan masyarakat Majene,” pungkasnya. (*HGDP/Lpn6)


















