Muhammad Mushlih, Guru SDN NO 50 INPRES KONJA : Kami Punya Siswa Pelari Cepat

0
269
Guru Olahraga Muhammad Mushlih S.Pd, Gr menampakkan wajah penuh harapan, pada saat melatih siswa untuk berolahraga/Foto2 : HGDP

EDUKASI

“Pendidikan olahraga baik tingkat sekolah atau tingkat kabupaten provinsi dan seterusnya menurutnya sebagai guru pastinya berharap agar masa depan siswanya tampil di acara-acara resmi bukan hanya kejar juara tetapi, ajang tampil atau mengasah bakat itu sudah menjadi capaian dan kebanggaan sekolah terutama sebagai guru olahraga,”

Banggae | Majene | SULBAR | Lapan6Online : Bertempat dihalaman depan Kantor Sekolah SDN NO 50 KONJA Desa Pamboboran, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Guru Olahraga Muhammad Mushlih S.Pd, Gr menampakkan wajah penuh harapan, pada saat melatih siswa untuk berolahraga.

Kepada Lapan6Online.com, pada Kamis (23/10/2025) Muhammad Mushlih S.Pd, Guru Olahraga SDN NO 50 INPRES KONJA menyampaikan penuh semangat dan harapan agar siswanya kedepan bisa mengikuti acara kegiatan lomba Berbasis Pendidikan olahraga baik tingkat sekolah atau tingkat kabupaten provinsi dan seterusnya menurutnya sebagai guru pastinya berharap agar masa depan siswanya tampil di acara-acara resmi bukan hanya kejar juara tetapi, ajang tampil atau mengasah bakat itu sudah menjadi capaian dan kebanggaan sekolah terutama sebagai guru olahraga,

Menurutnya,”Pendidikan seperti Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), serta Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) atau muatan lokal seperti Pramuka Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan ini juga penting buat Siswa Sekolah Dasar tidak ada yang mustahil jika tuhan berkehendak akan muncul Atlet atau olahragawan dikampung terpencil yang akan membawa harum nama kampung daerah dari pelosok desa apalagi kami punya siswa yang bercita cita jadi atlet pelari Cepat,” jelasnya.

Beberapa atlet dan olahragawan Indonesia yang berasal dari kampung pelosok desa dan berhasil meraih prestasi gemilang di tingkat nasional maupun internasional antara lain :

Lalu Muhammad Zohri (Atletik): Pelari 100 meter asal desa di Lombok Utara ini mencatatkan sejarah sebagai juara dunia di Kejuaraan Dunia Atletik Junior 2018. Kisah hidupnya yang sederhana di kampung halamannya menjadi inspirasi banyak orang.

Nurul Akmal (Angkat Besi) : Berasal dari keluarga petani, atlet angkat besi putri ini berhasil mencapai babak final Olimpiade Tokyo 2020 dan mengukir namanya di kancah internasional.

Odekta Naibaho (Lari Maraton) : Atlet lari maraton ini berasal dari kampung dengan latar belakang keluarga sederhana. Ia berjuang keras untuk keluar dari kampungnya, kuliah, dan akhirnya menjadi atlet yang berprestasi.

Rina Marlina (Para Bulu Tangkis): Sebelum menjadi atlet para bulu tangkis peraih medali emas, Rina Marlina pernah bekerja sebagai asisten rumah tangga dan supir ojek di kampungnya.

Atmaji (Para Angkat Berat) : Dulunya berprofesi sebagai loper koran, Atmaji berhasil mengharumkan nama Indonesia di cabang olahraga para angkat berat.

Lena-Leni (Dayung): Kakak beradik asal Desa Karangkerta, Indramayu, ini berhasil meraih medali di Asian Games 2018. Mereka berdua adalah anak dari buruh tani.

Jendi Pangabean (Para Renang) : Atlet para renang asal Muara Enim, Sumatera Selatan, ini berhasil meraih banyak medali dari berbagai kejuaraan. Meskipun kehilangan kaki, ia mampu membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi.

Firdaus (Para Renang) : Atlet para renang dari Balikpapan ini berhasil meraih medali emas pada Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) di Solo, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih prestasi.

Suryo Agung Wibowo (Atletik) : Sebelum dikenal sebagai “manusia tercepat di Asia Tenggara”, Suryo mengawali kariernya sebagai pemain sepak bola. Kisah-kisah mereka menunjukkan bahwa bakat dan semangat berprestasi bisa muncul dari mana saja, termasuk dari pelosok desa dengan segala keterbatasannya. (*HGDP)