Lestarikan Budaya Sejak Dini, SDN No. 3 Tinambung Jadi Pelopor Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal

0
236
Kepala Sekolah SDN No. 3 Tinambung, Wahda, S.Ag.,

EDUKASI

“Melalui kurikulum Mulok, mereka belajar mengenali potensi lingkungan dan kekayaan budaya kita. Ini bukan sekadar pelajaran tambahan, tapi upaya membentuk sikap peduli dan cinta terhadap warisan leluhur,”

Pamboang | Majene | SULBAR | Lapan6Online : Di tengah gempuran modernisasi, SDN No. 3 Tinambung Pamboang mengambil langkah nyata dalam menjaga akar budaya melalui penguatan mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok).

Sekolah ini kini menjadi acuan dalam mengintegrasikan potensi daerah ke dalam kurikulum pendidikan dasar, memastikan anak didik tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mengenal identitas asalnya.

Muatan Lokal di SDN No. 3 Tinambung dirancang khusus untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan lingkungan alam, sosial, dan budaya khas Pamboang. Langkah ini bertujuan agar para siswa memiliki rasa cinta dan tanggung jawab dalam melestarikan keunggulan daerah mereka sendiri.

Kepala Sekolah SDN No. 3 Tinambung, Wahda, S.Ag., menegaskan bahwa pendidikan dasar adalah fondasi terbaik untuk menanamkan nilai-nilai karakter berbasis kearifan lokal.

“Kami ingin siswa-siswi SDN No. 3 Tinambung tumbuh menjadi generasi yang membanggakan daerahnya. Melalui kurikulum Mulok, mereka belajar mengenali potensi lingkungan dan kekayaan budaya kita. Ini bukan sekadar pelajaran tambahan, tapi upaya membentuk sikap peduli dan cinta terhadap warisan leluhur,” ujar Wahda kepada Lapan6Online.com, pada Selasa (31/03/2026).

Implementasi Mulok di sekolah ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengenalan seni budaya, kerajinan tangan, hingga pemahaman tentang ekosistem lokal. Dengan menjadi sekolah acuan, SDN No. 3 Tinambung berharap semangat pelestarian budaya ini dapat menginspirasi lembaga pendidikan lainnya untuk terus menghidupkan nilai-nilai lokal di bangku sekolah. (*HGDP/Lpn6)