
HUKUM
“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang berani memberikan informasi. Setiap laporan yang masuk akan kami tindak lanjuti dengan serius,”
Landak l KALBAR l Lapan6Online : Peredaran narkoba jenis sabu di Kabupaten Landak menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Satuan Reserse Narkoba Polres Landak kembali mengungkap jaringan peredaran gelap narkotika di wilayah Kecamatan Ngabang berkat informasi masyarakat.
Seorang perempuan berinisial FS ditangkap pada Rabu malam (19/11/2025) sekitar pukul 20.30 WIB di tepi Jalan Raya Dusun Dengoan, Desa Tebedak. Ia diciduk saat diduga hendak melakukan transaksi sabu.

Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan tiga plastik klip berisi kristal sabu yang disimpan di saku baju bagian kiri pelaku. Barang bukti tersebut dibungkus dalam kantong plastik kuning bertuliskan YUPI dan dilapisi isolasi transparan. Polisi juga mengamankan satu unit handphone Oppo warna biru yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dengan jaringan narkoba.
Penggeledahan kemudian dilanjutkan ke rumah pelaku yang berada di lokasi yang sama. Di dalam lemari kamar tidur, ditemukan barang bukti tambahan berupa 16 paket kecil sabu siap edar, 1 plastik klip berisi kristal sabu dengan pembungkus plastik hitam berlakban, 1 sendok takar dari pipet hitam, 1 bungkus plastik klip kosong, serta 1 unit timbangan digital warna hitam.

Seluruh barang bukti bersama pelaku langsung dibawa ke Mapolres Landak untuk proses hukum lebih lanjut.
Kapolres Landak, AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K melalui Ps. Kasat Resnarkoba, Iptu Rinto, S.Sos., S.H membenarkan penangkapan tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti komitmen Polres Landak dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Landak.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang berani memberikan informasi. Setiap laporan yang masuk akan kami tindak lanjuti dengan serius,” tegas Iptu Rinto.
Menurutnya, keberadaan timbangan digital dan banyaknya paket siap edar menjadi indikasi kuat bahwa FS sudah cukup lama menjalankan bisnis haram ini. Polisi kini tengah mendalami dugaan adanya pemasok atau jaringan lebih besar di balik pelaku.

“Kami akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap siapa pemasok barang tersebut,”imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku lega dengan penangkapan tersebut. Ia berharap kepolisian terus melakukan tindakan tegas tanpa kompromi terhadap para pelaku perusak generasi muda.
“Selama ini kami hanya bisa waspada dan khawatir. Dengan adanya penangkapan ini, kami merasa lebih aman,” ucapnya.
*Rls | Yulizar | Lapan6Online

















