Tim UPTD Puskesmas Totoli Cek Kesehatan Siswa SDN 50 KONJA Secara Gratis

0
302
UPTD Puskesmas Totoli melakukan pengecekan kesehatan secara gratis di SDN NO 50 KONJA, Desa Pamboang, Kecamatan Banggae Kabupaten Majene,Provinsi Sulawesi Barat/Foto2 : HGDPLpn6SULBAR

EDUKASI | SEHAT

”Kegiatan tersebut tujuan utama cek kesehatan gratis adalah mendeteksi penyakit secara dini agar dapat ditangani sebelum menjadi parah, sehingga mencegah komplikasi dan menurunkan risiko kematian,”

Banggae | Majene | SULBAR | Lapan6Online : Cek Kesehatan Gratis (CKG.red) dalam rangka untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan pada anak. Selain itu juga untuk mendeteksi dini kondisi pra-penyakit dan penyakit.

Kemudian, untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya hidup bersih dan sehat maka digelar agenda pengecekan kesehatan secara gratis di SDN NO 50 KONJA, Desa Pamboang, Kecamatan Banggae Kabupaten Majene,Provinsi Sulawesi Barat, pada Rabu (26/11/2025).

Andi Nurrizah Rachma SKM. M.Kes. Kepala UPTD Puskesmas Totoli melalui WhatsApp memberikan kepada Lapan6Online.com bahwa,”Kami bersama Tim yang turun ke sekolah di wilayah kerja Puskesmas Totoli adalah ibu dr.Hj.Andi Nur Ardiah Rahman, drg Farahdina,dr.Rifka Augina Islami, serta dr Innas stasiah, dokter Gigi PJ.Program promkes, nakes dan PJ.Program PTM, tujuannya adalah memaksimalkan pelayanan prima dan komitmen UPTD Puskesmas Totoli terhadap kesehatan masyarakat termasuk anak yang sedang bersekolah,” terangnya.

Ia menjelaskan,”Terkait Cek Kesehatan Gratis (CKG) adalah program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win, dengan tujuan untuk deteksi dini penyakit dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia,” jelasnya.

Ia menambahkan,”Kegiatan tersebut tujuan utama cek kesehatan gratis adalah mendeteksi penyakit secara dini agar dapat ditangani sebelum menjadi parah, sehingga mencegah komplikasi dan menurunkan risiko kematian. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, memantau kondisi tubuh, mengurangi biaya pengobatan di masa depan, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan,” imbuhnya.

Sementara itu, Arifuddin, Kepala Sekolah SD Negeri 50 INPRES KONJA mengatakan bahwa,”Kami sangat menyambut baik kunjungan dan pemeriksaan tersebut saat diwawancarai beliau menyebutkan bahwa kami pihak sekolah sangat menyambut baik program ini karena kesehatan adalah modal utama manusia karena merupakan pondasi untuk menjalani aktivitas, produktivitas, dan kehidupan yang bermakna. Tanpa kesehatan yang baik, segala potensi, kekayaan, dan tujuan hidup akan sulit tercapai karena tubuh yang sakit tidak dapat berfungsi secara optimal,” jelas Arifuddin.

Ia menambahkan,”Kesehatan adalah modal utama dalam proses belajar mengajar di sekolah, baik bagi siswa maupun guru. Lingkungan fisik dan mental yang sehat memungkinkan individu untuk mencapai potensi akademik yang optimal dan menciptakan suasana kelas yang positif,” tambahnya. (*HGDPLpn6SULBAR)