11 Provinsi Alami Kenaikan IPH di Pekan Keempat Tahun 2026

0
107
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026/Foto : Tangkapan layar Rakor TPID

EKONOMI | POLITIK

“Pada M4 Januari 2026, tercatat sebanyak 11 provinsi mengalami kenaikan IPH, 26 provinsi mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, dan satu provinsi terpantau stabil,”

Jakarta | Lapan6Online : Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 11 provinsi di Indonesia mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada pekan keempat (M4) tahun ini.

Sementara itu, mayoritas wilayah lainnya, yakni 26 provinsi, justru menunjukkan tren penurunan harga terhadap pekan sebelumnya.

Kepala BPS RI menyampaikan data tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta, pada Selasa (27/1/2026). Pertemuan ini juga diikuti dalam jaringan oleh seluruh jajaran TPID se-Indonesia.

“Pada M4 Januari 2026, tercatat sebanyak 11 provinsi mengalami kenaikan IPH, 26 provinsi mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, dan satu provinsi terpantau stabil,” ujar Amalia Adininggar Widyasanti.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) hingga 23 Januari 2026, lonjakan IPH di 11 wilayah tersebut utamanya didorong kenaikan harga dua komoditas pangan, yakni daging ayam ras dan bawang merah.

Daging ayam ras dan bawang merah menjadi penyumbang andil terbesar di hampir seluruh provinsi yang berada di zona kenaikan harga. Komoditas lain seperti cabai rawit dan beras, juga memberi kontribusi inflasi di beberapa wilayah tertentu.

Maluku Utara menjadi provinsi dengan kenaikan IPH tertinggi, yakni 1,26 persen. Kalimantan Barat di posisi kedua dengan kenaikan 1,07 persen, disusul Papua Barat 0,81 persen.

Sementara Papua Barat, Maluku dan Nusa Tenggara Timur masing-masing 0,81%, 0,75% dan 0,69%.

Sebaliknya, penurunan IPH terdalam dicatat Bali dengan minus 4,66 persen, diikuti Bengkulu (-4,48 persen) dan Sumatera Barat (-4,47 persen). Adapun satu-satunya provinsi yang mencatatkan angka stabil adalah Papua Pegunungan.

Data ini diharap jadi acuan bagi pemerintah daerah, dalam melakukan intervensi pasar, guna menjaga stabilitas harga bahan pokok di sisa Januari.

*Pewarta : Nafsul Muthmainnah
*Editor : Amrullah Andi Faisal