Kepedulian Atas Nama Kemanusiaan, Aksi Heroik Wakapolsek Entikong dan Warga Sigap Tolong Korban Kecelakaan

0
104
Wakapolsek Entikong, AKP Mujiono

PRESISI | EMPATI

“Tanpa berpikir panjang, warga kemudian mengangkat korban dan berupaya mencari kendaraan untuk membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat. Secara kebetulan, sebuah mobil Daihatsu Terios berwarna putih yang dikemudikan seorang warga berinisial SPL melintas di lokasi,”

Entikong | Sanggau | KALBAR | Lapan6Online : Aksi kepedulian atas nama kemanusiaan ditunjukkan oleh Wakapolsek Entikong, AKP Mujiono, bersama warga perbatasan saat membantu seorang pria yang mengalami kecelakaan di kawasan Jalan Lintas Malindo, perbatasan Indonesia–Malaysia, pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Korban diketahui merupakan warga asal Darit yang berdomisili di wilayah perbatasan. Berdasarkan keterangan korban, peristiwa tersebut terjadi saat dirinya berupaya memperbaiki atap rumah tempat tinggalnya. Namun nahas, ia terjatuh dari ketinggian dan mengalami cedera di bagian pangkal paha.

Menurut informasi warga sekitar, korban sempat tergeletak di depan rumahnya sambil menjerit meminta pertolongan. Beberapa warga yang melintas langsung bergegas menghampiri dan menanyakan kondisi korban.

“Saya jatuh dari atas, pangkal paha saya sangat sakit,” ujar korban sambil menangis kepada warga yang datang menolong.

Tanpa berpikir panjang, warga kemudian mengangkat korban dan berupaya mencari kendaraan untuk membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat. Secara kebetulan, sebuah mobil Daihatsu Terios berwarna putih yang dikemudikan seorang warga berinisial SPL melintas di lokasi. Warga menghentikan kendaraan tersebut dan meminta bantuan untuk membawa korban ke puskesmas Entikong.

SPL pun bersedia membantu dan mempersilakan korban dibaringkan di kursi belakang mobilnya. Namun setelah korban dinaikkan ke dalam kendaraan, sebagian warga yang sebelumnya membantu berangsur meninggalkan lokasi, sehingga sopir kebingungan terkait siapa yang akan mendampingi korban selama perjalanan dan proses penanganan medis.

Di tengah situasi tersebut, dua anggota Polsek Entikong yang sedang melintas melihat kejadian itu dan segera mendekat. Sopir kemudian menjelaskan situasi yang terjadi. Seorang warga bernama Usman, asal Sambas yang tinggal di Entikong, turut diminta membantu mendampingi korban di dalam mobil menuju Puskesmas Entikong.

Dalam perjalanan, sopir dan Usman sempat kebingungan terkait tanggung jawab penanganan korban, mengingat korban diketahui tidak memiliki keluarga dekat di wilayah Entikong. Sopir juga sempat menghubungi beberapa warga untuk memastikan keberadaan keluarga korban, namun mendapat informasi bahwa korban tidak memiliki sanak saudara terdekat di sekitar lokasi.

Saat kendaraan berhenti sejenak untuk mencari kepastian, kebetulan Wakapolsek Entikong, AKP Mujiono, melintas di lokasi tersebut. Sopir yang mengenali kendaraan yang dipakai Pak Wakapolsek Entikong segera menghentikan dan menjelaskan situasi yang dihadapi.

Dengan sigap, Wakapolsek Entikong, AKP Mujiono mengarahkan agar korban segera dibawa ke Puskesmas Entikong untuk mendapatkan pertolongan pertama.

“Sudah, langsung saja bawa ke puskesmas. Kita selamatkan dulu, kita bantu dulu secepatnya. Urusan lain nanti kita pikirkan,” tegasnya.

Setibanya di Puskesmas Entikong, korban langsung mendapatkan penanganan medis. AKP Mujiono bersama sopir dan Usman turut membantu proses pemindahan korban dari kendaraan ke ruang perawatan.

Selanjutnya, untuk memastikan penanganan lebih lanjut, sopir menghubungi Mus Mulyadi, salah satu tokoh masyarakat Asal Ngabang yang sudah menetap di Kecamatan Entikong. Mendapat informasi tersebut, Mus Mulyadi segera datang ke puskesmas dan berkordinasi dengan teman-teman sedaerahnya untuk membantu proses lanjutan penanganan korban.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wakapolsek Entikong, sopir, Usman dan warga yang telah membantu tanpa memandang latar belakang korban.

Di halaman Puskesmas Entikong, AKP Mujiono menyampaikan pesan kemanusiaan kepada masyarakat.

“Kalau ada warga yang membutuhkan bantuan, segera bantu. Membantu itu bukan harus dengan uang, tenaga pun sudah berarti. Jangan berpikir takut atau mempersoalkan hal lain. Yang penting niat kita menyelamatkan dulu,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menumbuhkan rasa saling tolong-menolong tanpa memandang suku, agama, maupun latar belakang.

Peristiwa ini menjadi contoh nyata bahwa nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial di wilayah perbatasan Entikong masih kuat, serta menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap sesama dalam situasi darurat. (*Saepul/Lpn6)