EKONOMI
“Antrean kendaraan sampai ke jalan, sehingga kendaraan lain yang mau lewat jadi terhambat. Ini sudah sering terjadi dan cukup meresahkan,”
Bengkayang l KALBAR l Lapan6Online: Antrean panjang kendaraan untuk pengisian bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di SPBU 6479113 Jalan Sanggau Ledo, Kecamatan Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang-Kalbar, pada Kamis (19/3/2026) sejak sekitar pukul 06.00 WIB. Kondisi ini memicu kemacetan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Antrean kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, terlihat mengular hingga ke badan jalan.
Akibatnya, pengguna jalan yang tidak ikut mengantre kesulitan melintas, bahkan terpaksa memperlambat laju kendaraan atau mencari jalur alternatif.
Kemacetan semakin parah pada jam-jam sibuk saat aktivitas masyarakat meningkat. Selain menghambat mobilitas warga, situasi ini juga dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas akibat terbatasnya ruang gerak kendaraan.
Salah seorang warga Sanggau Ledo, Hanapi, mengungkapkan keluhannya terkait antrean yang dinilai tidak tertib dan menjadi penyebab utama terganggunya arus lalu lintas di depan SPBU.
“Antrean kendaraan sampai ke jalan, sehingga kendaraan lain yang mau lewat jadi terhambat. Ini sudah sering terjadi dan cukup meresahkan,”ujarnya.
Hanapi mendesak adanya penanganan serius dari pihak terkait untuk mengatasi persoalan tersebut.
Ia meminta instansi berwenang, seperti Satuan Lalu Lintas Polres Bengkayang dan Dinas Perhubungan, turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengaturan lalu lintas.
Menurutnya, kehadiran petugas sangat diperlukan, terutama pada jam-jam padat, agar antrean tetap tertib dan tidak meluas hingga mengganggu pengguna jalan lainnya.
Selain itu, ia juga mendorong pihak pengelola SPBU untuk membenahi sistem antrean agar lebih rapi dan terorganisir. Langkah ini dinilai penting guna mencegah kemacetan yang terus berulang.
“Perlu ada solusi bersama, baik dari pihak SPBU maupun pemerintah, supaya kondisi seperti ini tidak terus terjadi,” tambahnya.
Sejumlah warga lainnya turut menyampaikan harapan serupa. Mereka menginginkan adanya pengawasan dan pengaturan yang lebih ketat agar distribusi BBM tetap berjalan lancar tanpa mengorbankan ketertiban lalu lintas.
*Yulizar Lapan6Online












