Inovasi Literasi Budaya : SDN 34 Deteng-Deteng Gelar Kelas Bahasa Mandar Kreatif Jelang Hari Pendidikan Nasional

0
272

EDUKASI

“Dengan memadukan kosakata lokal dan nasional, para siswa lebih mudah memahami materi sekaligus melestarikan bahasa ibu yang menjadi identitas daerah,”

Majene I SULBAR I Lapan6Online Suasana belajar di SDN 34 Deteng-Deteng tampak berbeda pada Kamis, 30 April 2026. Ibu Musrawati, S.Pd., menghidupkan ruang kelas dengan metode pembelajaran bahasa daerah yang inovatif.

Fokus utamanya adalah penguasaan cara menghitung dan penyebutan benda melalui kolaborasi antara Bahasa Mandar dan Bahasa Indonesia.

Langkah ini diambil untuk memastikan siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akar budaya yang kuat. Dengan memadukan kosakata lokal dan nasional, para siswa lebih mudah memahami materi sekaligus melestarikan bahasa ibu yang menjadi identitas daerah.

Persiapan Hari Pendidikan Nasional & Sosialisasi PPDB
Di sela-sela kegiatan belajar mengajar, Kepala SDN 34 Deteng-Deteng, Darmayanti, S.Ag., menyampaikan bahwa sekolah kini tengah berada dalam kesibukan tinggi.

Selain fokus pada penguatan bahasa daerah, para guru sedang mempersiapkan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

“Hari ini suasana sangat produktif. Selain aktivitas di kelas bahasa daerah, seluruh guru juga bahu-membahu menyiapkan agenda Hardiknas. Kami berencana menggelar pawai akbar yang melibatkan seluruh warga sekolah,” ujar Darmayanti.

Pawai tersebut dirancang bukan sekadar seremoni, melainkan sebagai sarana strategis untuk :
Sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) : Menginformasikan jadwal dan keunggulan sekolah kepada masyarakat luas.

Promosi Sekolah : Menunjukkan prestasi dan fasilitas SDN 34 Deteng-Deteng untuk Tahun Ajaran 2026-2027.

Kedekatan Masyarakat: Mempererat hubungan antara pihak sekolah dengan orang tua calon siswa di lingkungan sekitar. (*HGDP/Lpn6)