BPS Dorong Pemanfaatan Data Tunggal Untuk Kesejahteraan Rakyat

0
214

OPINI | EKONOMI | NUSANTARA

“DTSEN adalah tonggak sejarah baru bagi Indonesia, sebagai data tunggal pertama yang menjadi dasar penyaluran program pemerintah. Mulai dari bantuan sosial, program Sekolah Rakyat, hingga kepemilikan rumah. Semuanya kini didasarkan pada data tunggal ini, ”

Sinjai | SULSEL | Lapan6Online : Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sinjai, menegaskan pentingnya peran data dalam pembangunan nasional, saat membaca amanat Kepala BPS RI pada upacara peringatan HUT ke- 80 Kemerdekaan RI, pada Ahad (17/8/2025).

Dalam amanat tersebut, BPS RI menekankan bahwa data merupakan aset strategis yang menentukan arah kebijakan pemerintah. Data menjadi rujukan utama untuk memastikan kebijakan yang tepat sasaran, terutama melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“DTSEN adalah tonggak sejarah baru bagi Indonesia, sebagai data tunggal pertama yang menjadi dasar penyaluran program pemerintah. Mulai dari bantuan sosial, program Sekolah Rakyat, hingga kepemilikan rumah. Semuanya kini didasarkan pada data tunggal ini, ” ujar Syamsuddin saat membacakan amanat.

Ia menekankan, BPS memiliki tanggung jawab besar menjaga akurasi, relevansi dan integritas data agar benar- benar mencerminkan kondisi masyarakat di lapangan. “Statistik tidak boleh sekadar angka. Statistik harus bercerita, memberi wawasan dan mengarahkan kebijakan ke arah yang tepat. Data BPS harus hadir sebagai pendukung keputusan yang proaktif, kolaboratif dan objektif, ” tegasnya.

Lebih jauh, BPS RI menyoroti bahwa kepercayaan publik adalah modal utama yang tidak boleh ternodai. Karena itu, seluruh jajaran BPS diingatkan untuk memegang teguh prinsip dasar statistik resmi internasional. Sepuluh prinsip fundamental statistik resmi.

Di sisi lain, Kepala BPS juga mengingatkan bahwa perhatian masyarakat terhadap data BPS semakin besar. Hal ini harus dijawab dengan kerja keras, inovasi dan komunikasi yang efektif agar BPS tetap menjadi lembaga kredibel yang dipercaya publik.

“Data BPS bukan untuk menyenangkan semua pihak. Data BPS harus objektif, akurat dan relevan, sehingga benar- benar mampu menjadi pijakan dalam pengambilan keputusan yang presisi,” demikian amanat Kepala BPS RI.

Peringatan HUT ke- 80 Kemerdekaan RI di BPS Sinjai kali ini menjadi dorongan penting mengenang perjuangan bangsa, juga menegaskan peran strategis data dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju dan sejahtera.

*Pewarta : Amrullah Andi Faisa