Pentas PAI Banyuresmi 2026 : Dari Pelataran Sekolah, Lahir Cahaya yang Menenangkan Negeri

0
19

EDUKASI

“Saat senja akhirnya turun, anak-anak pulang membawa kisah masing-masing. Ada yang menggenggam piala, ada yang menyimpan pengalaman, dan ada pula yang memeluk harapan dalam diam,”

Garut l Lapan6Online : Senin pagi, 4 Mei 2026, halaman SDN 1 Cipicung berubah wajah. Ia tak lagi sekadar ruang belajar, melainkan menjelma menjadi ruang perjumpaan makna—tempat 501 siswa dari 49 sekolah dasar se-Kecamatan Banyuresmi berkumpul sejak pukul 07.00 WIB. Bersama guru, orang tua, dan para tamu undangan, mereka hadir dalam satu napas yang sama: harapan yang sederhana, namun menggetarkan—iman yang menenangkan.

Sejak mentari masih menggeliat malu hingga senja merunduk di ufuk barat, suasana Banyuresmi terasa berbeda. Lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalir bening, gema adzan menggantung syahdu di udara, dan irama qasidah meresap perlahan ke dalam hati. Bukan riuh yang mendominasi, melainkan keheningan yang hidup—sebuah pengingat bahwa di tengah dunia yang kian gaduh, masih ada ruang sunyi tempat iman tumbuh dengan damai.

Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) yang digelar KKG PAI Banyuresmi ini bukan sekadar ajang lomba. Ia adalah perayaan nilai—tentang akhlak, ketulusan, dan cinta kepada agama yang ditanam sejak dini. Di bawah kepemimpinan Fauzi Saprudin, S.Pd sebagai ketua pelaksana, bersinergi dengan Sidik Permana, S.Pd.I selaku K2S sekaligus Ketua KKG Banyuresmi, Erfik Bonafian, S.Pd.SD sebagai Ketua PGRI Banyuresmi, serta jajaran pengawas pendidikan, kegiatan ini menampilkan wajah pendidikan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga hidup dalam dimensi spiritual.

Pengawas PAI Kementerian Agama Kabupaten Garut, Deden Ridwan, S.Ag., M.Ag., turut hadir menyaksikan bagaimana anak-anak tampil dengan keberanian yang jujur—tanpa beban pencitraan. Mereka hadir apa adanya, membawa niat tulus untuk memberikan yang terbaik.

Di ruang-ruang kelas yang disulap menjadi panggung makna, suara adzan berkumandang penuh harap, tangan-tangan kecil menari dalam goresan kaligrafi, dan kecerdasan berpadu dengan ketegangan dalam LCC PAI. Di sudut lain, kekhusyukan kaifiyat sholat terasa mendalam, sementara lantunan MTQ dan hafalan tahfidz menjadi bukti bahwa cinta kepada Al-Qur’an tak mengenal usia.

Namun keindahan itu tidak berdiri sendiri. Ia ditopang oleh kisah-kisah sunyi: doa orang tua yang lirih namun tak pernah putus, langkah guru yang setia mendampingi tanpa lelah, serta air mata kecil yang jatuh diam-diam—antara haru, lelah, dan harapan yang terus dititipkan pada langit.

Satu per satu nama juara diumumkan. Tepuk tangan mengalir, senyum merekah, dan kebanggaan terpancar dari wajah-wajah kecil. Piala, piagam, dan uang pembinaan menjadi simbol apresiasi, namun bukan itu inti dari segalanya. Di balik setiap kemenangan, ada perjalanan panjang: latihan yang berulang, doa yang tak henti, dan keyakinan yang terus dijaga.

Daftar Juara Pentas PAI Banyuresmi 2026
A. Lomba Adzan
Juara 1 Aprian Abdul Rahman (SDS IT Al-Ghifari), Juara 2 Muhammad Warto Waluyo (SDN 4 Bagendit) dan Juara 3 Muhammad Farid An-Nazir (SDN 1 Banyuresmi)

B. Kaligrafi Putra
Juara 1 Al-Ghaisan Pratama Hakim (SDN 1 Banyuresmi), Juara 2 Moch. Athaya Al Ghazali Ramdani (SDN 1 Sukasenang) dan Juara 3 Gemma Gazza Ardha Naufal (SD IT Al Fadhil Banyuresmi)

C. Kaligrafi Putri
Juara 1 Hawna Dzikria Urfa (SD IT Bina Insan), Juara 2 Aqila Nuffah Mumtazah (SD IT Al Fadhil Banyuresmi) , dan Juara 3 Amirah Qonita Azalia (SDN 2 Pamekarsari)

D. LCC PAI
Juara 1 SDN 1 Cimareme, Juara 2 SD IT Al Fadhil Banyuresmi, dan Juara 3 SDN 1 Banyuresmi

E. Praktek Sholat
Juara 1 SDN 2 Banyuresmi, Juara 2 SDN 2 Cipicung, dan Juara 3 SD IT Al Fadhil Banyuresmi

F. MTQ Putra
Juara 1 Muhammad Arbany Yusuf (SDN 1 Sukasenang), Juara 2 Ilyas Kurniawan (SDN 1 Banyuresmi), dan Juara 3 Muhammad Azhar Nawawi (SDN 3 Cimareme)

G. MTQ Putri
Juara 1 Almeera Zahrani Ahmad (SDN 1 Cimareme), Juara 2 Aisha Syahira Ramadhani (SDN 1 Banyuresmi), dan Juara 3 Hafshah Nurfadilah (SDN 2 Banyuresmi)

H. Hifdzil Qur’an Putra
Juara 1 Furqon Khairi Mulya Irawan (SD IT Bina Insan), Juara 2 Kafie El Azzam (SD IT Al Fadhil Banyuresmi), dan Juara 3 Raiza Aknaul Khayat (SDN 2 Binakarya)

I. Hifdzil Qur’an Putri
Juara 1 Bilqis Faiha Rifda (SD IT Al Fadhil Banyuresmi), Juara 2 Sekar Arimbi (SDN 2 Banyuresmi), dan Juara 3 Shazia Shalshabila (SDN 1 Banyuresmi)

J. Da’ai Cilik Putra
Juara 1 Abdan Khairi Tsabit (SDN 1 Banyuresmi), Juara 2 Walid Wardana Putra (SDN 1 Cipicung), dan Juara 3 Muhammad Fathir Rahman (SD IT Bina Insan)

K. Da’i Cilik Putri
Juara 1 Kaisha Putri Arifin (SDN 1 Banyuresmi), Juara 2 Nadia Azzahra (SDN 1 Sukalaksana), dan Juara 3 Amala Mahya Azmya (SDN 1 Sukasenang)

L. Qasidah Rebana
Juara 1 SD IT Bina Insan, Juara 2 SDN 2 Banyuresmi, dan Juara 3 SDN 1 Dangdeur

Tahun ini, kejutan datang dari Eneng Yuyun Yuningsih, S.Pd., berhasil mengantarkan SDN 1 Banyuresmi meraih juara umum. Namun lebih dari sekadar gelar, kemenangan itu adalah cerita tentang kesabaran yang tak tergesa, usaha yang tak berhenti, dan harapan yang tak pernah padam.

Saat senja akhirnya turun, anak-anak pulang membawa kisah masing-masing. Ada yang menggenggam piala, ada yang menyimpan pengalaman, dan ada pula yang memeluk harapan dalam diam. Namun semuanya pulang dengan satu pelajaran berharga: bahwa menjadi hebat bukan semata tentang kemenangan, melainkan keberanian untuk mencoba dan keikhlasan untuk menerima.

Dari Banyuresmi, sebuah pesan lembut mengalir melampaui batas wilayah—bahwa masa depan bangsa tidak hanya dibangun oleh kecerdasan, tetapi oleh iman yang dirawat sejak dini. Dan hari itu, di pelataran sekolah sederhana, Indonesia kembali diingatkan: cahaya besar sering kali lahir dari tempat-tempat yang sunyi—tumbuh perlahan, namun mampu menerangi negeri. (*DedeN JS/Lpn6)