EKONOMI
“Melalui forum strategis ini, kita mengidentifikasi kondisi terkini inflasi daerah, merumuskan langkah-langkah konkret dan terukur dalam menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gejolak harga menjelang hari besar keagamaan,”
Sinjai | SULSEL | Lapan6Online : Pemerintah Kabupaten Sinjai berupaya memperketat pengawasan harga komoditas bawang merah, rica/cabai dan tomat melalui intervensi urban farming di sekolah dan pesantren serta optimalisasi Gerakan Pangan Murah.
Langkah agresif ini ditempuh setelah mencermati fluktuasi Indeks Perkembangan Harga (IPH) awal tahun, guna memastikan ketahanan pangan lokal tetap terjaga.
Langkah strategis tersebut direkomendasikan dalam pertemuan tingkat tinggi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sinjai yang dipimpin Bupati Ratnawati Arif, pada Rabu (14/1/2026).
Pertemuan ini menghadirkan narasumber utama Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan Wahyu Purnama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sinjai Syamsuddin, serta perwakilan Bulog Cabang Bulukumba.
Dalam forum tersebut, Wahyu Purnama memberikan sejumlah saran krusial bagi Pemkab Sinjai. Salah satunya adalah pemanfaatan dana Belanja Tidak Terduga berdasarkan Permendagri Nomor 15 Tahun 2024, untuk menyubsidi ongkos angkut komoditas, guna menstabilkan harga dalam jangka pendek.
“Kami merekomendasikan pelaksanaan GPM secara lebih intens dengan prinsip tepat lokasi, sasaran dan waktu, terutama pada komoditas penyumbang inflasi seperti beras, aneka cabai dan minyak goreng,” ujar Wahyu.
Ia juga menekankan pentingnya persiapan menghadapi program Makan Bergizi Gratis, dengan memperkuat pasokan lokal melalui peran koperasi sebagai penjamin serapan hasil lokal. Strategi ini diharap mampu menjaga kepastian harga di tingkat petani dan kelancaran distribusi ke masyarakat.
Sejalan dengan itu, Kepala BPS Sinjai memaparkan data perkembangan IPH Kabupaten ini periode Desember 2025 hingga Januari 2026, menyarankan perlunya intervensi dini pada komoditas yang mulai bergejolak seperti cabai rawit. Menurut Syamsuddin, penguatan koordinasi TPID menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pasokan di lapangan.
Ratnawati Arif menegaskan seluruh perangkat daerah, harus segera mengimplementasikan rumusan hasil pertemuan ini secara konkret.
“Melalui forum strategis ini, kita mengidentifikasi kondisi terkini inflasi daerah, merumuskan langkah-langkah konkret dan terukur dalam menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gejolak harga menjelang hari besar keagamaan,” tegas Ratnawati.
Selain langkah teknis, Pemkab Sinjai juga akan menggiatkan komunikasi publik mengenai program Belanja Bijak, serta diversifikasi pangan olahan, guna mengelola ekspektasi pasar dan menjaga pola konsumsi masyarakat agar tetap stabil. (* Nafsul Muthmainnah/Lpn6)
















