OPINI | POLITIK
“Trio Mulyono ini terus jadi viral karena jadi bahan perbincangan publik. Mulyono dalam bahasa Jawa artinya: Mulia atau kemuliyaan itu. Mesti Mulyono yang pertama dalam tulisan ini seharus memuliakan Mulyono yang kedua dan ketiga,”
Oleh : Muslim Arbi
TRI MULYONO : Bukan nama seseorang. Tapi Tri Mulyono dalam tulisan ini – adalah 3 nama Mulyono. 1. Mulyono. 2. Bambang Tri Mulyono dan 3. Hary Mulyono.
Tiga nama itu kini sedang menghiasi media on line, media sosial: FB, IG maupun X. Juga sejumlah media mainstream dan tv-tv. Tiga Mulyono itu kini sedang ramai di perbincangkan atau di pergunjingkan.
Mulyono yang pertama adalah pengakuan dari Jokowi. Konon masa kecil di beri nama Mulyono oleh orang tua nya. Karena sering sakitan. Di ganti nama nya. Dan kini di sebut Joko Widodo. Siapa dia? Publik pasti sudah tau lah.
Setelah tidak menjabat lagi sebagai presiden. Saat ini Jokowi atau Joko Widodo kini sedang jadi bulan-bulan publik di medsos karena enggan tunjukkan Ijazah Aslinya.
Bambang Tri Mulyono. Atau disebut BTM. Kini masih mendekam di Penjara Sragen – Jawa Tengah. Meski teman nya Gus Nur telah bebas. Kedua nya di vonis 4 tahun penjara oleh Pengadilan. Meski putusan itu kontroversi sekalipun. Kedua nya menjalani putusan itu. BTM menulis Jokowi Under Cover jilid 1 dan Jokowi Under Cover Jilid 2. Kedua buku itu menghantarkan BTM ke Penjara. Ko bisa?
Saya teringat di era SBY atau masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ada seorang penulis dan aktivis Dr Goerge Yunus Adhitjondro menulis buku: Gurita Cikeas. Buku itu sempat heboh di masa SBY. Apa reaksi atas buku Gurita Cikeas itu. Tim SBY pun akhirnya menulis Buku yang mengkritik buku Gurita Cikeas – Geogre Yunus Adhitjondro. SBY tidak memerintahkan polisi untuk menangkap penulis nya. Buku bantahan nya – berjudul “Hanya Fitnah dan Cari Sensasi, Geogre Revisi Buku” yang di tulis oleh Setyardi Negara.
Mulyono ketiga adalah Hary Mulyono. Hary Mulyono kini telah wafat. Dia benar alumni UGM fakultas kehutanan. Nama nya sering di sebutkan oleh Roy Suryo saat mengulas kasus Ijazah Jokowi. Hary ini adalah suami pertama Idayati. Idayati adalah adik Jokowi. Idayati kini istri Anwar Usman. Mantan Ketua MK. Hary Mulyono adik Ipar Jokowi. Mulyono yang pertama di atas.
Kematian Hary Mulyono tahun 2018. Rumor di kaitkan dengan mulai muncul nya Ijazah UGM Jokowi. Desas-desus tersebar. Ijazah UGM Hary Mulyono digunakan Jokowi. Foto wisuda Hary Mulyono viral disebutkan di pakai oleh Jokowi sebagai foto wisuda nya di UGM. Kematian Hary Mulyono timbulkan tanda tanya publik. Karena di kaitkan dengan dugaan kasus Ijazah Palsu Joko Widodo.
Mulyono pertama yang sekarang di sebut sebagai Jokowi atau Joko Widodo itu harus memberi ketauladan dalam menghadapi kisruh kasus dugaan Ijazah Palsu itu dengan menulis buku. Membantah Mulyono (BTM) bukan memenjarakan nya. Masa iya karya Jurnalistik di balas dengan penjara? Yang di lakukan oleh Jokowi sebagai mantan presiden dan sering dipanggil Mulyono itu adalah suatu perbuatan yang menentang akal sehat dan menciderai peradaban manusia modern yang gandrung informasi. Kenapa Jokowi tidak membatah dengan buku untuk membantah tuduhan ijazah Palsu nya?
Masa iya sih demi hanya merampas Ijazah Asli Fakultas UGM Hary Mulyono harus di matikan dulu? Padahal itu adik ipar nya. Kalau itu benar itu bukan perbuatan mulia bukan? Tak sesuai dengan nama Mulyono yang disandang nya yang mantan orang nomor satu di negeri ini.
Tapi ada tiga nama yang lakukan perbuatan mulia. Meski nama nya bukan mulyono. Ketiga nya Doktor KRMT Roy Suryo, Doktor Rismon Sianipar dan Dokter Tifa. Alumni Asli UGM yang berjihad untuk ungkap kebenaran soal Ijazah Jokowi ini. Salut atas perjuangan mereka. Demikian juga TPUA yang di pimpin Eggy Sujana, Muslim Arbi, Rizal Fadilah, Damai Hari Lubis, Kurnai Royani Azam Khan dll.
TPUA telah lakukan beberapa kali gugatan ke Pengadilan tapi selalu kandas. Padahal apa yang di lakukan oleh TPUA itu adalah perbuatan mulia juga dengan memberi pencerahan ke publik melalui pengadilan. ya perbuatan mulyono juga. Perbuatan mulia demi memberi pencerahan publik. Wallahu’alam. Margonda Raya: 07 Juni 2025. (**)
*Penulis Adalah Pengamat Buku Jokowi Undercover
Disclaimer :
Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan Lapan6Online.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi Lapan6Online.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.


















