PERISTIWA
“Dengan sistem pencatatan digital ini, pemerintah daerah memiliki data yang lebih akurat dan real-time dalam memantau aktivitas ekonomi. Ini penting agar kebijakan fiskal yang diambil lebih tepat sasaran,”
Bengkayang | KALBAR | Lapan6Online : Dalam rangka mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mendorong digitalisasi sistem transaksi di sektor usaha, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bengkayang, Yohanes Atet, memimpin langsung kegiatan pemasangan alat pencatat transaksi elektronik di Pasar Bengkayang, pada Selasa (10/6/2025).

Kegiatan ini difokuskan pada pemasangan alat rekam transaksi elektronik di sejumlah warung kopi dan pelaku usaha lokal. Salah satu lokasi yang menjadi titik pemasangan adalah Warung Kopi Ongaku yang terletak di Pasar Bengkayang, Jalan Tabrani. Selanjutnya, tim edukasi Bapenda Bengkayang juga memasang alat serupa di Hotel Lala Golden yang beralamat di Jalan Basuki Rachmat dan titi pemasangan lain nya.
Menurut Yohanes Atet, alat ini merupakan sistem pencatatan transaksi elektronik yang terintegrasi dan dirancang untuk mewujudkan tata kelola pendapatan daerah yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel.

“Hari ini kita melanjutkan agenda strategis digitalisasi proses transaksi di titik-titik ekonomi masyarakat. Pemasangan alat ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bengkayang dalam menguatkan sistem pemantauan dan optimalisasi PAD secara sistematis dan modern,” ujar Yohanes Atet kepada Lapan6online.com di sela kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa sebelum dilakukan pemasangan, pihaknya telah melakukan edukasi dan sosialisasi kepada para pelaku usaha terkait manfaat penggunaan alat pencatat tersebut. Beberapa manfaat yang disoroti antara lain: kemudahan dalam pencatatan transaksi, efisiensi operasional, serta peningkatan kredibilitas usaha di mata konsumen dan pemerintah.
Langkah ini, lanjut Yohanes, merupakan bagian dari inovasi Bapenda dalam memperluas basis penerimaan PAD, khususnya dari sektor retribusi pasar dan pajak usaha warung kopi.
“Dengan sistem pencatatan digital ini, pemerintah daerah memiliki data yang lebih akurat dan real-time dalam memantau aktivitas ekonomi. Ini penting agar kebijakan fiskal yang diambil lebih tepat sasaran,” tambahnya.

Yohanes juga menekankan pentingnya keterlibatan sektor informal dalam transformasi digital ini. Ia menilai, konektivitas digital tidak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga mendorong keberlanjutan dan pertumbuhan usaha masyarakat lokal.
Program digitalisasi ini, imbuhnya, merupakan implementasi dari arahan pimpinan daerah dalam mewujudkan transformasi digital sebagai strategi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang telah merespons positif program ini, dan menegaskan komitmen Bapenda untuk terus memberikan pendampingan dan pelatihan teknis.
“Keberhasilan program ini adalah keberhasilan bersama dalam membangun Bengkayang dan mandiri secara fiskal dan maju secara ekonomi,”pungkas Yohanes Atet.
*Yulizar | Lapan6online


















