PERISTIWA | MEGAPOLITAN
“Kedua advokasi terhadap pemikiran Islam apalagi ada yang menuduh Islam adalah akar terorisme atau radikalisme, ini harus dilawan dan dijelaskan; dan terakhir membangun solidaritas ummat, di saat ini kaum Muslimin didera politik belah bambu,”
Depok | JAWA BARAT | Lapan6Online : “Bulan Muharram merupakan bulan hijrah, hijrah dari ahli maksiat menjadi ahli taat,” ungkap Mubaligah Kota Depok, Ustazah Sri Agustini, S.pd., dalam Kajian Muslimah Bulanan, Muharram Momen Mengokohkan Ukhuwah Islamiyyah, pada Sabtu, (12/7/2025) di Depok.
Menurutnya, sambil mengutip ungkapan mulailah dari dirimu sendiri (ibda’ bin nafsik) untuk memahami hijrah dengan benar. Yakni dengan cara mengkaji tsaqafah (pemahaman) Islam, hijrah pemikiran dari sekularisme ke Islam kaffah (menyeluruh) dan hal tersebut harus didakwahkan, tidak boleh berhenti pada diri sendiri.
Tak hanya itu, ia juga menambahkan untuk hijrah bersama komunitas harus melalui tiga cara. “Pertama, wajib membentuk komunitas yang berjuang untuk perubahan hakiki ini; kedua advokasi terhadap pemikiran Islam apalagi ada yang menuduh Islam adalah akar terorisme atau radikalisme, ini harus dilawan dan dijelaskan; dan terakhir membangun solidaritas ummat, di saat ini kaum Muslimin didera politik belah bambu,” paparnya.
Lanjutnya, bulan Muharram adalah bulan istimewa, setidaknya mempunyai beberapa keutamaan yakni, peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah; merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriyah; termasuk salah satu dari bulan yang dimuliakan dalam Islam bersama bulan Rajab, dzulqo’dah dan Dzulhijjah.
“Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan dan kesempatan untuk banyak beramal saleh karena pahala dilipatgandakan; sebaliknya harus berhati-hati karena dosa yang dilakukan di bulan haram juga dilipatgandakan,” pungkasnya. (*Ambarwati)












