OPINI | POLITIK
“Bisa terjadi karena banyak masyarakat yang terkena PHK massal dari tempat mereka bekerja, atau juga bisa terjadi dikarenakan lapangan pekerjaan hari ini yang tidak cukup untuk menampung semua masyarakat,”
Oleh : Nurul Fahira
Kemiskinan merupakan masalah yang serius dan harus segera ditindaklanjuti untuk solusinya. Walaupun Indonesia bukan merupakan peringkat teratas yang menduduki urutan negara termiskin di dunia, tetapi tidak dipungkiri bahwa sangat banyak masyarakat yang tidak mempunyai penghasilan tetap, bahkan untuk kehidupan sehari-hari dan kesulitan untuk menempuh pendidikan.
Baru-baru ini, Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan program Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya memutus rantai kemiskinan yang telah
berlangsung dalam beberapa generasi. Program tersebut menjadi langkah strategis untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem (Kompas.com, 21/7/2025).
Faktanya, kemiskinan bukanlah satu-satunya problematika yang terjadi di negara kita. Dan kemiskinan tidak semuanya berasal dari masyarakat yang tidak berpendidikan. Ternyata banyak sekali sarjana yang menganggur dan tidak mendapat pekerjaan yang sesuai untuk menghidupi kebutuhan sehari-harinya. Oleh karenanya, menurut hemat saya, untuk menjadikan sekolah rakyat sebagai solusi untuk mengentaskan kemiskinan tidak cukup efektif.
Sebab yang terjadi adalah, kemiskinan yang melanda masyarakat hari ini bukan hanya pendidikan yang menjadi penyebabnya. Tetapi dikarenakan banyak faktor. Bisa terjadi karena banyak masyarakat yang terkena PHK massal dari tempat mereka bekerja, atau juga bisa terjadi dikarenakan lapangan pekerjaan hari ini yang tidak cukup untuk menampung semua masyarakat.
Dan bisa kita bayangkan, jika mereka sudah menempuh pendidikan dari sekolah rakyat, lalu selanjutnya mereka terjun ke dunia kerja, dan ternyata ditemukan fakta bahwa di lapangan tidak semudah itu untuk mendapatkan pekerjaan. Lalu, selanjutnya bagaimana?
Tetap saja lingkarannya akan terus berputar seperti itu. Ditambah lagi dengan syarat untuk masuk kerja adalah terkadang diwajibkan untuk memiliki pengalaman bekerja. Bagaimana jika dihadapkan dengan para pengangguran yang memang tidak diberi kesempatan untuk bekerja?
Oleh karena itu, tidak cukup jika kita hanya mengandalkan dari satu sisi saja, yakni pendidikan. Ini karena segala hal-nya, termasuk juga dengan lapangan pekerjaan, terdapat peran negara di dalamnya. Sehingga bisa disebut bahwa program sekolah rakyat hanyalah solusi sementara yang tidak menyelesaikan masalah masyarakat.
Selain itu, kebijakan lainnya seperti makan bergizi gratis juga tidak menyentuh akar permasalahan. Seharusnya negara menyediakan lapangan pekerjaan yang layak untuk masyarakatnya. Tidak hanya itu, akses pendidikan berkualitas dan gratis bukan hanya wacana, tetapi jika dalam islam tentu menjadi tanggung jawab negara. Negara juga menjamin kesejahteraan masyarakatnya.
Sebab negara mempunyai sumber dana yang memadai, yang tidak didapatkan melalui pajak yang hari ini ada dimana-mana. Tentu saja semua ini akan terjadi
jika di bawah naungan daulah islamiyah. Di mana berlandaskan dengan akidah dan ketakwaan kepada Allah semata dan secara total mengikuti aturan yang sudah ditetapkan.
Daulah Islamiyah juga akan menjadikan pemimpin atau penguasa negara sebagai pelindung dan perisai. Sekaligus sebagai sosok yang melayani masyarakat dengan sepenuh hati dengan mengharap ridha Allah. Padahal sudah jelas sekali di dalam Al-Qur’an untuk mengikuti metode yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah, oleh karenanya kita semua semestinya mengkaji islam agar lebih tergambar bagaimana penerapan Daulah Islamiyah yang akan diterapkan nantinya. (**)
*Penulis Adalah Mahasiswi USU


















