Jangan Dilihat Hanya Penjaga Pintu Gerbang SDN No 19 Rangas, Tapi Dedikasi Abdulah Pilar Penting Pendidikan Di Majene

0
553
Pak Abdullah, Penjaga Keamanan Sekolah yang berdekasi Tinggi/Foto2 : HGDP/Lapan6Online SULBAR

PROFILE

“Kontribusinya multidimensi, dari menjaga keamanan, membantu administrasi, hingga langsung turun tangan membimbing siswa. Peran beliau di masyarakat juga memperkuat jaringan sekolah. Ini adalah contoh nyata sinergi yang harmonis antara sekolah dan masyarakat,”

Banggae | Majene | SULBAR | Lapan6Online : Riuh renyah pagi hari Rabu (29/10/2025) suasana SDN 19 Rengas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene sejuk dan damai.

Dibalik tertibnya aktivitas belajar mengajar di SDN 19 Rangas terdapat sosok tenaga pendidik yang luar biasa, selain bertugas sebagai Pengamanan Sekolah ia juga sebagai mitra Guru motor Penggerak Program Sekolah.

Adalah Abdullah (30), Satpam SD Negeri 19 Rangas yang senantiasa ceria setiap saat. Memiliki ciri khas tersendiri, meski era Gen Z ini, Abdullah masih menggunakan kendaraan jaman Belanda yaitu sepeda onthel yang kita ketahui sarat dengan sejarah dan bermanfaat bagi dunia pendidikan.

Sepeda onthel sendiri menawarkan banyak manfaat bagi kepentingan pendidikan dan budaya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kendaraan klasik ini tidak hanya berperan sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai artefak sejarah, sarana pembelajaran, dan elemen budaya yang penting lainnya.

Kepala SD Negeri 19 Rangas, Misbahuddin, M.Pd

Bagi SD Negeri 19 Rangas, Abdullah adalah tenaga kependidikan yang dedikasinya jauh melampaui tugas formalnya. Menjadi mitra Guru adalah bagian dari bukti nyata dirinya peduli dan cinta pada generasi bangsa.

Kehadirannya telah menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan lebih optimal. Namun, kontribusinya tidak berhenti di SD N 19 Rangas.

Lebih dari Sekadar Penjaga Gerbang
Dalam kesehariannya, sang security ini dikenal sangat ulet dan selalu siap membantu. Para guru kelas dan guru mata pelajaran sering meminta bantuannya untuk menangani berbagai permasalahan, menjadikannya solusi atas banyak hal. Bahkan, di akhir masa liburan, ia dengan sigap membantu membersihkan ruang kelas atas permintaan guru, memastikan lingkungan yang bersih dan siap untuk menyambut peserta didik di hari pertama sekolah.

Motor Penggerak Literasi dan Pembina Karakter
Yang paling menginspirasi adalah peran aktifnya dalam mendukung program pendidikan. Di tengah kesibukannya, ia dengan sukarela menjadi pilar dalam Program Peningkatan Literasi sekolah.

Setiap pagi, ia turut menjadi bagian dari tim piket guru untuk memantau peserta didik yang belum lancar membaca. Dengan sabar, ia membimbing mereka, memberikan kata-kata dan kalimat untuk dilatih. Inisiatifnya ini memberikan dampak nyata bagi peningkatan kemampuan membaca anak-anak sebelum mereka memasuki halaman sekolah dan ruang kelas masing-masing.

Tidak hanya di bidang akademik, sang security juga aktif membina karakter dan kreativitas siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, seperti grup Hadrah dan Marawis.

Kontribusinya dalam membina karakter siswa semakin solid dengan perannya di luar pagar sekolah. Abdullah juga aktif menjabat sebagai Ketua Remaja Masjid Baitu Ni’mah Rangas Barat, Banggae, Majene. Jabatan ini bukan sekadar titel, melainkan jembatan yang menghubungkan sekolah dengan sumber daya masyarakat.

Pengalamannya yang luas dalam mengorganisir pemuda dan jaringan rekanan yang dimiliknya, ia dedikasikan untuk mendukung program-program sekolah. Hal ini membuat setiap kegiatan, baik yang bersifat akademis maupun non-akademis, selalu mendapat dukungan dan partisipasi yang luas dari komunitas pemuda setempat.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 19 Rangas, Misbahuddin, M.Pd. menyampaikan apresiasi yang tinggi.

Kepada Lapan6Online.com, pada Rabu (29/10/2025) ia mengatakan bahwa,”Keberadaan beliau adalah anugerah bagi sekolah kami. Kontribusinya multidimensi, dari menjaga keamanan, membantu administrasi, hingga langsung turun tangan membimbing siswa. Peran beliau di masyarakat juga memperkuat jaringan sekolah. Ini adalah contoh nyata sinergi yang harmonis antara sekolah dan masyarakat,” jelas KepSek Misbahuddin.

Dedikasi tanpa pamrih dari tenaga kependidikan ini menjadi bukti bahwa pahlawan pendidikan tidak hanya hadir di dalam kelas, tetapi juga di setiap sudut sekolah, dengan hati yang tulus mengabdi untuk kemajuan generasi penerus. (*HGDP/Lpn6)