Tegas dan Lugas! Kajati Kaltim Supardi : Tanpa Dukungan Pers, Kerja Kejaksaan Tidak Sampai ke Publik

0
13
Kepala Kejakssan Tinggi (Kajati) Kalimantan Timur (Kaltim), Dr Supardi SH MH, saat silaturahmi antara Kejati Kaltim dengan Forum Komunikasi Wartawan Kejaksaan (Forwaka), yang berlangsung di Samarinda, pada Senin (15/09/2025)/Foto : Ist.

HUKUM

“Kalau forum ini berkembang jadi ajang diskusi lebih besar, tentu lebih bagus. Tujuannya agar informasi hukum yang disampaikan media semakin edukatif dan bermanfaat,”

Samarinda | KALTIM | Lapan6Online :Media adalah mitra Strategis. Tanpa dukungan pers, kerja kejaksaan tidak akan sampai ke publik. Karena itu, hubungan baik harus terus dijaga.

Demikian diungkapkan Kepala Kejakssan Tinggi (Kajati) Kalimantan Timur (Kaltim), Dr Supardi SH MH, saat silaturahmi antara Kejati Kaltim dengan Forum Komunikasi Wartawan Kejaksaan (Forwaka), yang berlangsung di Samarinda, pada Senin (15/09/2025).

Kepala Kejati Kaltim, Supardi, menegaskan bahwa keberadaan media sangat penting dalam menyampaikan kinerja lembaga penegak hukum. Pertemuan ini digelar sebagai upaya memperkuat kerja sama dalam menyebarkan informasi hukum kepada publik. Tanpa publikasi dari wartawan, capaian kejaksaan tidak akan diketahui masyarakat luas.

Mantan Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung itu memastikan Kejati Kaltim berkomitmen membuka akses informasi. Setiap kegiatan maupun capaian di bidang hukum, lanjut Supardi, akan terus dipublikasikan agar masyarakat mendapat gambaran utuh.

Supardi juga menyambut baik wacana peningkatan kapasitas wartawan, khususnya terkait pemahaman hukum dan proses kerja kejaksaan.

“Kalau forum ini berkembang jadi ajang diskusi lebih besar, tentu lebih bagus. Tujuannya agar informasi hukum yang disampaikan media semakin edukatif dan bermanfaat,” kata mantan Kajati Riau itu.

Sementara itu, Ketua Forwaka Kaltim, Muhammad Rizqi, menyebut pertemuan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan. Ia pun menilai sinergi antara kejaksaan dan wartawan dapat mendukung keterbukaan informasi publik.

“Pertemuan ini memperkuat komitmen bersama untuk kerja sama yang lebih erat, demi transparansi dan akuntabilitas lembaga penegak hukum,” ucap Rizqi.

Forwaka periode 2024-2026, yang dikukuhkan sejak Januari lalu, menempatkan pelatihan wartawan sebagai salah satu program prioritas. Rizqi menekankan, pemahaman hukum yang lebih baik akan meningkatkan kualitas pemberitaan.

“Dengan begitu, informasi yang diterima masyarakat bukan hanya lengkap, tapi juga punya nilai edukatif,” tutupnya. (*Kop/Syamsuri/MasTe/Samsil/Nuruddin/Lpn6)