Pasca Bencana Longsor Bandung Barat, Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi 25 Kantong Jenazah

0
17

PERISTIWA

“Ratusan personel yang terdiri dari kurang lebih 450 anggota Tim SAR gabungan dikerahkan. Sejak hari pertama Operasi pencarian dimaksimalkan dengan pengoperasian alat berat untuk mengangkat material bangunan dan timbunan tanah,”

Bandung | JAWA BARAT | Lapan6Online : Jumlah warga yang mengungsi akibat bencana longsor di Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, bertambah signifikan. Memasuki hari ketiga pascabencana, pada Senin (26/01/2026), posko pengungsian di Kantor Desa Pasirlangu kini dipadati oleh 680 jiwa.

Pengungsi mengkhawatirkan akan meluasnya longsor susulan, karena kondisi cuaca sampai dengan saat ini masih belum stabil. Dengan demikian warga di RW 10 dan RW 11 yang rumahnya terkena dampak langsung hancur atau tertimbun reruntuhan dan warga dari RW 12 yang berada di sekitar lokasi longsor turut mengungsi karena takut akan potensi longsor susulan.

Operasi pencarian korban longsor di Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus membuahkan hasil. Memasuki hari ketiga, Senin 26 Januari 2026, Tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi total 25 kantong jenazah.

Ratusan personel yang terdiri dari kurang lebih 450 anggota Tim SAR gabungan dikerahkan. Sejak hari pertama Operasi pencarian dimaksimalkan dengan pengoperasian alat berat untuk mengangkat material bangunan dan timbunan tanah, serta pelibatan anjing pelacak (K9) untuk mendeteksi titik keberadaan korban.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa,”Kami fokus pencarian hari ini dipetakan dalam beberapa sektor. Berdasarkan hasil operasi sampai dengan hari ini, telah ditemukan 25 korban,” jelas Ade Dian Permana.

Ia menambahkan,”Alhamdulillah, artinya dari hari pertama sampai dengan hari ketiga ini kita terus mendapatkan progres. Kami telah mendapatkan jumlah total 25 kantong jenazah,” tambah Ade Dian di lokasi kejadian.

Seluruh jenazah yang ditemukan langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri di posko post-mortem untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Meskipun tim SAR gabungan bekerja keras, faktor cuaca menjadi kendala utama di lapangan. Hujan yang turun membuat kondisi tanah menjadi labil dan membahayakan petugas. (*Adam/Lpn6)