“Awalnya memang ada rasa tegang, namun setelah diskusi pasca-observasi, saya mendapatkan banyak perspektif baru tentang cara menangani keberagaman kemampuan siswa di kelas,”
Pamboang Luaor | Majene | SULBAR | Lapan6Online : Dalam upaya terus meningkatkan mutu pendidikan dan kompetensi tenaga pendidik, SDN no.19 Inp. Luaor melaksanakan kegiatan observasi kelas yang berlangsung sejak 14 April 25 April 2025 .
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari siklus peningkatan kinerja guru yang berfokus pada pengembangan kualitas instruksional di dalam kelas.
Bukan Sekadar Penilaian, Tapi Pendampingan
Berbeda dengan pengawasan formal di masa lalu, observasi kelas kali ini mengedepankan aspek kolaborasi.
Kepala Sekolah, Haslina,S.Pd.SD menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah untuk memberikan umpan balik yang konstruktif bagi guru, bukan mencari kesalahan.
Kepala Sekolah, Haslina S.Pd.SD
“Kami ingin menciptakan atmosfer akademik yang sehat. Melalui observasi ini, guru dapat merefleksikan praktik mengajarnya, sementara sekolah dapat memetakan dukungan apa yang paling dibutuhkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa,” ujar Kepala Sekolah, pada Sabtu (25/04/2026).
Tahapan Observasi
Pelaksanaan observasi dilakukan secara sistematis melalui tiga tahapan utama:
Pra-Observasi: Guru dan observer (Kepala Sekolah/Guru Senior) mendiskusikan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP/Modul Ajar) dan menentukan fokus perilaku yang akan diamati.
Pelaksanaan Observasi : Observer masuk ke kelas untuk mengamati interaksi belajar-mengajar secara langsung, mencatat poin-poin penting sesuai instrumen yang telah disepakati.
Pasca-Observasi (Tindak Lanjut) : Sesi diskusi untuk membahas hasil temuan, memberikan apresiasi atas keberhasilan guru, serta menyusun rencana pengembangan diri ke depannya.
Fokus pada Kebutuhan Siswa
Beberapa aspek yang menjadi sorotan dalam observasi kali ini meliputi manajemen kelas yang efektif, keterlibatan aktif siswa dalam diskusi, hingga penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi yang relevan dengan kurikulum saat ini.
Salah satu guru kelas mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam mengenali potensi diri. “Awalnya memang ada rasa tegang, namun setelah diskusi pasca-observasi, saya mendapatkan banyak perspektif baru tentang cara menangani keberagaman kemampuan siswa di kelas,” tuturnya.
Harapan Kedepan
Dengan terlaksananya observasi kelas ini, SDN No.19 inp Luaor berkomitmen untuk terus menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berpusat pada siswa.
Hasil dari observasi ini nantinya akan menjadi dasar program pelatihan guru internal (Kombel) di lingkungan sekolah untuk memastikan setiap pendidik memiliki kompetensi yang selaras dengan perkembangan zaman. (*HGDP/Lpn6)