Akhirnya, Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Dijebloskan ke Tahanan KPK

0
38
Bupati Pekalongan digelandang ke tahanan KPK. Ist.

HUKUM | TIPIKOR

‘KPK menduga Fadia tersangkut korupsi pengadaan barang dan jasa outsourcing di lingkungan pemerintah Kabupaten Pekalongan,”

Jakarta | Lapan6Online : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke tahanan setelah ditetapkan menjadi tersangka dugaan korupsi. Ketika digelandang ke mobil tahanan, Fadia membantah kena operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

“Saya tidak ada OTT apa pun, barang serupiah pun, demi Allah nggak ada,” ujarnya.

KPK menduga Fadia tersangkut korupsi pengadaan barang dan jasa outsourcing di lingkungan pemerintah Kabupaten Pekalongan.

KPK menduga Fadia menerima keuntungan Rp19 miliar selama tiga tahun, 2023-2026.

Menurut Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu sepanjang tahun itu ada transaksi masuk ke PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) milik keluarga Fadia Rp46 miliar yang bersumber dari kontrak antara PT RNB dan Perangkat Daerah di Pemkab Pekalongan.

Dari uang tersebut, katanya, yang digunakan untuk membayar gaji pegawai outsourcing Rp22 miliar. Sisa di antaranya, dinikmati dan dibagikan kepada keluarga Fadia dengan total mencapai Rp19 miliar atau sekitar 40 persen dari total transaksi.

Latar Belakang dan Biodata Singkat
Fadia Arafiq Fadia Arafiq lahir di Jakarta, 23 Mei 1978 dengan nama Laila Fathiah. Ia merupakan putri dari pedangdut senior A. Rafiq dan kakak dari Fairuz A. Rafiq.
Sebelum terjun ke politik, Fadia dikenal sebagai penyanyi dangdut pada awal 2000-an. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di bidang manajemen hingga meraih gelar doktor.

Ringkasan Biodata:
Nama lengkap : Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M.
Nama lahir : Laila Fathiah
Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 23 Mei 1978
Usia : 47 tahun (2026)
Partai politik : Golkar
Jabatan terakhir : Bupati Pekalongan
Suami : M. Ashraff Abu
Anak : 6 orang

Pendidikan dan Gelar Akademik
Di bidang pendidikan, Fadia Arafiq menempuh jalur akademik di bidang manajemen. Riwayat pendidikannya antara lain: SD Negeri Karet Tengsin 14 Tanah Abang SMP Negeri 8 Tanah Abang SMA Negeri 58 Ciracas S1 Manajemen – Universitas AKI Semarang S2 Magister Manajemen – Universitas Stikubank Semarang S3 – Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang Latar pendidikan ini menjadi bagian dari bekal formalnya sebelum dan selama terjun ke dunia pemerintahan.

Pendidikan dan Gelar Akademik
Di bidang pendidikan, Fadia Arafiq menempuh jalur akademik di bidang manajemen. Riwayat pendidikannya antara lain:
SD Negeri Karet Tengsin 14 Tanah Abang
SMP Negeri 8 Tanah Abang
SMA Negeri 58 Ciracas
S1 Manajemen – Universitas AKI Semarang
S2 Magister Manajemen – Universitas Stikubank Semarang
S3 – Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang
Latar pendidikan ini menjadi bagian dari bekal formalnya sebelum dan selama terjun ke dunia pemerintahan.

Jejak Karier
Fadia Arafiq Karier di Dunia Hiburan Fadia lebih dulu dikenal sebagai penyanyi dangdut pada era 2000-an. Lagu ‘Cik Cik Bum Bum’ menjadi salah satu yang memperkenalkan namanya ke publik. Popularitas tersebut menjadi modal sosial sebelum ia memasuki dunia politik.

Karier Pemerintahan
Karier pemerintahan Fadia dimulai pada 2011 saat ia terpilih sebagai Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016. Pengalaman tersebut menjadi pijakan penting dalam membangun jejaring politik dan administratif di tingkat daerah.

Jejak Politik
Perjalanan politik Fadia Arafiq berkembang setelah aktif dalam struktur partai dan kontestasi Pilkada.

Wakil Bupati Pekalongan (2011-2016)
Ia memulai kiprah politik sebagai Wakil Bupati Pekalongan mendampingi Amat Antono. Posisi ini menjadi awal keterlibatannya dalam kebijakan dan tata kelola pemerintahan daerah.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan (2016-2021)
Setelah masa jabatan sebagai wakil bupati berakhir, Fadia dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan periode 2016–2021. Posisi ini memperkuat konsolidasi politiknya menjelang pemilihan kepala daerah berikutnya.

Bupati Pekalongan Periode Pertama (2021–2026)
Pada Pilkada 2020, Fadia maju sebagai calon bupati dan terpilih untuk periode 2021-2026. Sejumlah program daerah dijalankan dalam masa kepemimpinannya, termasuk perbaikan infrastruktur, layanan kesehatan gratis, dan program bantuan pendidikan.

Terpilih Kembali untuk Periode Kedua (2025–2030)
Fadia kembali memenangkan Pilkada dan menjabat untuk periode kedua 2025–2030. Kemenangan dua periode ini memperkuat posisinya dalam peta politik lokal Pekalongan sebelum perkembangan terbaru pada 2026.

Perjalanan Fadia Arafiq menunjukkan transformasi dari figur publik di dunia hiburan menjadi pemimpin daerah dua periode di Pekalongan. Jejak karier dan politiknya memperlihatkan proses panjang dalam membangun posisi di pemerintahan dan partai. Perkembangan terbaru pada 2026 menjadi babak penting yang akan menentukan arah perjalanan politiknya ke depan.

Publik kini menanti proses hukum berjalan transparan serta kejelasan atas perkara yang tengah ditangani KPK. (*Kop/MasTe/Lpn6)