Bantaeng Catat Kenaikan IPH Tertinggi di Sulsel Pada Pekan Pertama Agustus

0
83
Kegiatan di Pasar Bikeru, Sinjai

EKONOMI

“Beberapa daerah lain juga mengalami kenaikan IPH, seperti Soppeng 1,41 persen, Kepulauan Selayar 1,15 persen dan Pinrang 0,73 persen. Sementara Sinjai mencatat kenaikan 0,65 persen dengan penyumbang utama beras 0,441; cabai merah 0,2877 dan cabai rawit 0,1441,”

Sinjai | SULSEL | Lapan6Online : Kabupaten Bantaeng mencatat kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tertinggi di Sulawesi Selatan pada pekan awal Agustus 2025. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), IPH Bantaeng naik 2,03 persen. Kenaikan tersebut dipicu komoditas beras 1,9815. Kemudian bawang merah 0,3096 dan cabai merah 0,0522.

Kepala BPS Kabupaten Sinjai, menjelaskan beberapa daerah lain juga mengalami kenaikan IPH, seperti Soppeng 1,41 persen, Kepulauan Selayar 1,15 persen dan Pinrang 0,73 persen. Sementara Sinjai mencatat kenaikan 0,65 persen dengan penyumbang utama beras 0,441; cabai merah 0,2877 dan cabai rawit 0,1441.

Sumber: Data BPS, diolah

“Komoditas pangan seperti beras, bawang merah dan cabai rawit masih menjadi faktor dominan perubahan IPH di Sulsel pada periode ini,” ujar Syamsuddin, pada Selasa (12/8/2025).

Beberapa kabuaten mengalami penurunan IPH. Penurunan terbesar di Takalar, turun 2,24 persen, dipengaruhi cabai rawit (-1,7532), daging ayam ras (-0,8379) dan cabai merah (-0,054). Penurunan signifikan juga tercatat di Enrekang -1,52 persen dan Tana Toraja -0,98 persen.

Data BPS dari SP2KP turut mencatat fluktuasi harga mingguan tertinggi di berbagai daerah. Cabai rawit menjadi komoditas yang paling sering mendominasi fluktuasi, seperti di Bantaeng, Soppeng, Toraja Utara, Luwu Utara, Pangkajene Kepulauan dan Takalar. Di daerah lain, gerakan harga tertinggi berasal dari bawang merah, udang basah dan beras.

Syamsuddin menambahkan, nilai koefisien variasi (CV) terbesar minggu ini tercatat di Jeneponto 0,171163. Diikuti Luwu Utara 0,152145 dan Takalar 0,110832.

*Pewarta : Amrullah Andi Faisa