BPS Mulai Survei Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis Tahap II

0
198
Pelatihan Petuigas Survei Khusus Monev Program MBG Tahap II/Foto : Nafsul Muthmainnah

EKONOMI

“Pelatihan memberikan pemahaman komprehensif kepada petugas mengenai konsep survei, instrumen pendataan, serta tata cara pengumpulan data di lapangan agar kualitas hasilnya terjamin,”

Sinjai | SULSEL | Lapan6Online : Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sinjai mulai melaksanakan Survei Khusus Monitoring dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahap II Tahun 2025, pada Selasa (29/10/2025).

Survei ini menjadi langkah strategis untuk mengukur sejauh mana program prioritas nasional tersebut memberi dampak nyata terhadap peningkatan gizi anak sekolah.

Kepala BPS Sinjai, Syamsuddin menjelaskan, kegiatan ini melibatkan pencacah dan pengawas lapangan yang telah dibekali pelatihan intensif selama dua hari, 27–28 Oktober 2025, di Aula BPS Sinjai.

“Pelatihan memberikan pemahaman komprehensif kepada petugas mengenai konsep survei, instrumen pendataan, serta tata cara pengumpulan data di lapangan agar kualitas hasilnya terjamin,” ujarnya.

Survei lapangan dijadwalkan berlangsung pada 1–14 November 2025 di wilayah ini, dengan sasaran beragam pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MBG. Mereka mencakup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pihak pemasok, sekolah penerima program, serta rumah tangga penerima manfaat.

Menurut Syamsuddin, survei ini tidak hanya mendata angka penerima, tetapi juga menilai efektivitas pelaksanaan program, kendala di lapangan, serta dampaknya terhadap status gizi anak-anak. “Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi nasional, sehingga program ini bisa disempurnakan secara berkelanjutan,” katanya.

Program MBG merupakan kebijakan strategis pemerintah untuk mempercepat perbaikan gizi masyarakat. Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 82,9 juta penerima manfaat hingga Desember 2025, terutama anak-anak dan ibu hamil.

Sebagai tindak lanjut, rapat antara Bappenas, Badan Gizi Nasional (BGN) dan BPS pada 6 Maret 2025 menegaskan pentingnya pemantauan berkala terhadap dampak MBG, termasuk pada aspek gizi, pendidikan, ekonomi, serta pengurangan kemiskinan.

Survei ini menjadi instrumen penting untuk mengukur outcome jangka pendek di tingkat rumah tangga, khususnya yang memiliki anak bersekolah di jenjang prasekolah hingga SMA. Data yang dikumpulkan akan membantu pemerintah menilai apakah penyediaan makanan bergizi gratis benar-benar meningkatkan kualitas gizi dan kesejahteraan keluarga.

“Keberhasilan survei ini sangat bergantung pada kejujuran responden dalam memberikan jawaban,” tutur Syamsuddin. Ia menambahkan, masyarakat diharapkan berpartisipasi aktif agar data yang diperoleh sahih dan dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan gizi nasional yang lebih tepat sasaran.

*Pewarta : Nafsul Muthmainnah
*Editor : Amrullah Andi Faisal