Cassandra Massardi Somasi Ian Salim, Gegara Dituduh Plagiarisme Film “Sebelah”

0
46
Cassandra Massardi, penulis cerita asli dan skenario film pendek "Sebelah", /Foto : Ist.

HUKUM

“Cassandra menilai pernyataan-pernyataan ini telah menyasar langsung dirinya sebagai penulis dan merusak reputasinya. Cassandra menegaskan bahwa unggahan tersebut, meski telah ditarik, masih meninggalkan jejak digital yang dapat diakses publik,”

Jakarta | Lapan6Online : Cassandra Massardi, penulis cerita asli dan skenario film pendek “Sebelah”, secara resmi mengeluarkan surat somasi kepada Ian Salim, pemilik akun X (sebelumnya Twitter) @IanSalim.

Somasi ini dikirimkan 23 November 2025, menanggapi pernyataan Ian yang menuduh karya Cassandra sebagai hasil plagiarisme dari film pendek “Yours Truly”.

Akar Permasalahan: Tuduhan di Platform Digital
Dalam somasinya, Cassandra merinci bahwa pada 23 November 2025, Ian Salim mempublikasikan sejumlah pernyataan melalui akun X-nya yang menyinggung integritas film “Sebelah”. Di antara unggahan tersebut, Ian membuka sebuah utas dengan pertanyaan provokatif: “Apakah film pendek yang disutradarai Reza Rahadian belasan tahun lalu adalah plagiat dari film pendek karya saya? (SEBUAH UTAS)”.

Meski dalam balasan lain Ian menyatakan tidak menuduh Reza Rahadian sebagai pelaku plagiarisme dan hanya ingin menyoroti kemungkinan indikasi plagiasi pada materi yang disutradarainya, Cassandra menilai pernyataan-pernyataan ini telah menyasar langsung dirinya sebagai penulis dan merusak reputasinya. Cassandra menegaskan bahwa unggahan tersebut, meski telah ditarik, masih meninggalkan jejak digital yang dapat diakses publik.

Bantahan dan Klarifikasi dari Cassandra Massardi
Cassandra dengan tegas membantah semua tuduhan tersebut. Dalam somasinya, ia memaparkan kronologi penulisan “Sebelah” yang dimulai sejak Juni 2011. Kala itu, panitia LA Lights Indie Movie memintanya menulis skenario dengan kebebasan penuh. Pada 27 Juni 2011, ia mengirimkan enam sinopsis, dan “Sebelah” terpilih untuk diproduksi. Naskah final cerita asli dan skenario “Sebelah” dikirimkannya pada 16 Agustus 2011 tanpa revisi.

Yang paling penting, Cassandra menegaskan bahwa sepanjang proses penulisan “Sebelah”, ia sama sekali tidak pernah menonton, mengakses, atau mengetahui isi film “Yours Truly”. Ia menilai tuduhan Ian hanya berdasarkan pada kesan subjektif setelah menonton kedua film, tanpa didasari pada perbandingan naskah atau skenario asli. Untuk transparansi, Cassandra telah mempublikasikan cerita asli “Sebelah” sehingga masyarakat dapat menilainya secara langsung.

Tuntutan Hukum dan Tenggat Waktu 1×24 Jam
Cassandra menuduh tindakan Ian Salim telah memenuhi unsur Perbuatan Melawan Hukum sesuai Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Pasal ini mewajibkan pihak yang karena kesalahannya menimbulkan kerugian orang lain untuk mengganti kerugian tersebut.

Selain itu, ia juga menyoroti potensi pelanggaran Pasal 27A jo. Pasal 45 Ayat (4) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tentang pencemaran nama baik melalui sarana elektronik. Ancaman maksimal pidana atas pasal ini adalah penjara paling lama 2 tahun dan/atau denda paling banyak Rp400.000.000.

Sebagai bentuk upaya penyelesaian, Cassandra Massardi memberikan tenggat waktu 1×24 jam kepada Ian Salim sejak somasi ini dipublikasikan untuk:

  1. Membuktikan secara jelas dan terperinci bagian mana dari “Sebelah” yang dianggap plagiat, disertai dengan naskah/skrip “Yours Truly” sebagai pembanding.
  2. Menarik seluruh pernyataannya dari ruang publik.
  3. Menyampaikan permintaan maaf dalam bentuk video dan tertulis melalui akun X @IanSalim.

Jika tuntutan ini tidak dipenuhi dalam jangka waktu yang ditentukan, Cassandra Massardi menyatakan akan menempuh langkah hukum baik secara perdata maupun pidana tanpa pemberitahuan lebih lanjut.

Eskalasi Konflik dan Dampaknya
Somasi ini mengangkat kembali isu sensitif di komunitas kreatif mengenai plagiarisme, etika berkomunikasi di ruang digital, dan perlindungan hak cipta. Kasus ini juga menyoroti betapa cepatnya tuduhan dapat menyebar dan dampak signifikan yang dapat ditimbulkannya terhadap reputasi dan nama baik seorang kreator.

Publik kini menunggu respons Ian Salim dalam tenggat waktu yang diberikan. Apakah ia akan memenuhi tuntutan Cassandra, atau justru akan memicu eskalasi konflik yang berujung di pengadilan, masih menjadi tanda tanya. (*MasTe/BM/Lpn6)