Daging Ayam Ras dan Cabai Picu Penurunan IPH Sinjai 2,14%

0
112
Sumber : BPS RI

EKONOMI

“Sebagian besar kabupaten di Sulawesi Selatan mengalami penurunan harga pada pekan kedua Januari 2025. Dari data yang dihimpun, hanya dua daerah yang mencatat kenaikan IPH, sementara sisanya berada pada zona penurunan.”

Sinjai | SULSEL | Lapan6Online : Indeks Perubahan Harga (IPH) Kabupaten Sinjai pada minggu berjalan tercatat turun 2,14 persen. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh melemahnya harga sejumlah komoditas pangan utama, yakni daging ayam ras, cabai merah dan cabai rawit.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Sinjai, menyampaikan komoditas daging ayam ras menjadi penyumbang terbesar penurunan IPH. Diikuti cabai merah dan cabai rawit. Pada periode yang sama, harga cabai merah paling berfluktuasi di Sinjai dengan koefisien variasi (CV) 0,1419, denaga status turun.

Syamsuddin menjelaskan pergerakan harga di Sinjai, sejalan kondisi umum di Sulawesi Selatan.

Berdasarkan data IPH 16 kabupaten, sebagian besar daerah mengalami penurunan harga pada pekan II tahun 2026. Dari seluruh wilayah yang diamati, hanya Kepulauan Selayar dan Bantaeng yang mencatat kenaikan IPH.

IPH di Selayar naik 0,16 persen dengan penyumbang utama berupa beras dan udang basah.

Sementara di Bantaeng, IPH naik 0,11 persen yang dipengaruhi beras dan telur ayam ras. Dua daerah tersebut masing-masing mencatat fluktuasi harga tertinggi pada cabai rawit dan cabai merah, dengan status harga naik.

Sementara itu, daerah dengan penurunan IPH terdalam di Takalar (-3,82), disusul Maros (-3,54) dan Pangkajene dan Kepulauan (-3,22). Secara umum, daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah menjadi komoditas yang dominan memengaruhi penurunan IPH di berbagai kabupaten/kota.

“Data IPH ini mencerminkan perkembangan harga pada minggu berjalan, di mana tekanan harga relatif menurun di sebagian besar wilayah,” ujar Syamsuddin di Sinjai, pada Senin (12/01/2026).

*Pewarta : Nafsul Muthmainnah
*Editor : Amrullah Andi Faisal