EKONOMI
“Dari pantauan di kabupaten/kota, Sidenreng Rappang mencatat inflasi tertinggi di Sulsel, yakni 7,54 persen dengan IHK 109,37. Sebaliknya, Palopo menjadi kota dengan tingkat inflasi terendah, yaitu 5,14 persen dengan IHK 109,55,”
Makassar | SULSEL | Lapan6Online :Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (y-on-y) di Sulawesi Selatan mencapai 6,13 persen pada Februari 2026. Indeks Harga Konsumen (IHK) terpantau di level 110,93.
Kepala BPS Sulsel menjelaskan bahwa kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran menjadi pendorong utama laju inflasi kali ini. “Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran,” ujar Aryanto dalam rilis Berita Resmi Statistik melalui saluran YouTube BPS Sulsel di Makassar, pada Senin (2/3/2026).
Berdasarkan data BPS, kenaikan signifikan terjadi pada dua kelompok utama. Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga naik 18,57 persen. Serta Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang naik 18,6 persen.
Kelompok makanan, minuman dan tembakau turut menyumbang inflasi 6,48 persen. Diikuti penyediaan makanan dan minuman/restoran (2,18 persen), kesehatan (1,94 persen), pendidikan (1,04 persen), rekreasi, olahraga dan budaya (0,81 persen), serta transportasi (0,42 persen).
Dari pantauan di kabupaten/kota, Sidenreng Rappang mencatat inflasi tertinggi di Sulsel, yakni 7,54 persen dengan IHK 109,37. Sebaliknya, Palopo menjadi kota dengan tingkat inflasi terendah, yaitu 5,14 persen dengan IHK 109,55.
Meski mayoritas kelompok pengeluaran merangkak naik, BPS mencatat adanya penurunan harga pada tiga kelompok berikut. Pakaian dan Alas Kaki mengalami deflasi 0,58 persen. Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga deflasi 0,31 persen. Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan deflasi 0,23 persen.
Adapun tingkat inflasi bulanan (m-to-m) provinsi ini pada Februari 2026, berada di 1,04 persen. Sementara tingkat inflasi kalender (y-to-d) tercatat 1,51 persen.
*Pewarta : Nafsul Muthmainnah
*Editor : Amrullah Andi Faisal


















