IPH Sinjai Naik 0,19% Pada Pekan IV Februari 2026

0
116

EKONOMI

“Cabai rawit kembali menjadi komoditas yang paling berpengaruh terhadap perubahan harga pada pekan ini. Udang basah dan daging ayam ras juga memberi kontribusi terhadap kenaikan IPH,” ujar

Sinjai | SULSEL | Lapan6Online : Indeks Perubahan Harga (IPH) Kabupaten Sinjai pada pekan IV Februari 2026 tercatat naik 0,19 persen. Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh fluktuasi harga cabai rawit dan sejumlah komoditas pangan lainnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), komoditas utama penyumbang kenaikan IPH di Sinjai adalah cabai rawit dengan andil 0,4298, menyusul udang basah (0,3861) dan daging ayam ras (0,3334). Komoditas dengan fluktuasi harga tertinggi selama pekan berjalan ialah cabai rawit, dengan nilai koefisien variasi (CV) 0,24246392.

Kepala BPS Sinjai, pada Senin (3/3/2026) menjelaskan pergerakan harga komoditas pangan segar masih menjadi faktor dominan dalam pembentukan IPH di daerah tersebut.

“Cabai rawit kembali menjadi komoditas yang paling berpengaruh terhadap perubahan harga pada pekan ini. Udang basah dan daging ayam ras juga memberi kontribusi terhadap kenaikan IPH,” ujar Syamsuddin di Sinjai.

IPH kabupaten secara umum di Sulawesi Selatan pada periode yang sama menunjukkan mayoritas daerah mengalami kenaikan. Dari 16 kabupaten yang dipantau, 12 daerah mencatat kenaikan, sementara tiga lainnya menurun.

Kenaikan tertinggi terjadi di Takalar sebesar 3,81 persen, diikuti Barru 1,55 persen dan Bantaeng 1,34 persen. Sementara itu, penurunan paling dalam tercatat di Luwu Utara -2,01 persen.

Data BPS menunjukkan cabai rawit menjadi komoditas dengan fluktuasi harga tertinggi di sebagian besar wilayah yang mengalami kenaikan IPH pada pekan akhir Februari 2026.

BPS mengimbau pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk terus memantau dinamika harga komoditas pangan strategis guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Pewarta : Nafsul Muthmainnah
Editor : Amrullah Andi Faisal