KDMP Dharma Bhakti Gelar RAT Perdana, Bukukan SHU Rp 4,4 Juta dari Usaha Berbasis Desa

0
8

EKONOMI

“KDMP Dharma Bhakti telah memberikan perlindungan jaminan sosial kepada anggota yang terlibat langsung dalam unit usaha melalui program BPJS Ketenagakerjaan,”

Bengkayang l KALBAR l Lapan6Online : Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dibentuk sebagai upaya memperkuat perekonomian desa melalui pengelolaan usaha bersama berbasis potensi lokal.

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Dharma Bhakti, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang, sukses menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-1, pada Kamis (29/1/2026) di Balai Rakyat Desa Dharma Bhakti.

RAT perdana ini menjadi forum pertanggungjawaban pengurus atas pengelolaan koperasi selama Tahun Buku 2025, sekaligus sebagai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

RAT tersebut dihadiri 58 peserta, dengan jumlah anggota aktif sebanyak 39 orang. Turut hadir perwakilan Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkayang, Pemerintah Kecamatan Teriak, Kodim 1209/Bengkayang, Bank Mandiri, BPJS Ketenagakerjaan, serta para mitra usaha KDMP Dharma Bhakti.

Sekretaris Pengurus KDMP Dharma Bhakti, Heru Kamaruzzaman, dalam laporannya menyampaikan bahwa koperasi mulai aktif sejak Juni 2025, namun baru menjalankan kegiatan usaha secara optimal pada November 2025. Meski dalam waktu yang relatif singkat, koperasi mampu membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp4.429.350.

“Unit usaha yang dijalankan meliputi jasa perkebunan sawit, jasa angkutan tandan buah segar (TBS), percetakan, serta penjualan token listrik PLN. Total peredaran usaha mencapai Rp42.215.000 dengan modal sendiri sebesar Rp12.199.850,” jelas Heru.

Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan RAT ke-1 ini sepenuhnya dibiayai dari hasil usaha koperasi tanpa menggunakan dana desa. Selain itu, KDMP Dharma Bhakti telah memberikan perlindungan jaminan sosial kepada anggota yang terlibat langsung dalam unit usaha melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Desa Dharma Bhakti, Jelly Naswadi, mengapresiasi kinerja pengurus dan anggota koperasi yang dinilai mampu mengelola usaha secara profesional sejak awal berdiri. Menurutnya, KDMP Dharma Bhakti layak menjadi contoh bagi koperasi desa lainnya.

Apresiasi serupa disampaikan perwakilan Kecamatan Teriak, Nikodemus Niko. Ia menilai manajemen KDMP Dharma Bhakti berhasil keluar dari pola lama dengan mengandalkan modal sendiri serta pemberdayaan potensi lokal desa.

Dari sisi perbankan, Supervisor Bank Mandiri Bengkayang, Gery Hendri, menyebut KDMP Dharma Bhakti sebagai salah satu koperasi desa yang paling awal membuka rekening di Bank Mandiri. Saat ini, dari total 124 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Bengkayang, baru 75 koperasi yang telah memenuhi persyaratan tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkayang, Gustian Andiwinata, menegaskan bahwa pelaksanaan RAT merupakan indikator penting bagi koperasi yang sehat dan akuntabel. Ia juga mendorong KDMP Dharma Bhakti untuk mengembangkan usaha di sektor pertanian serta hasil hutan bukan kayu ke depan.

RAT ke-1 KDMP Dharma Bhakti berlangsung lancar dan ditutup dengan penyerahan bantuan alat pelindung diri (APD) kepada anggota serta sertifikat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen koperasi dalam memperkuat ekonomi desa berbasis gotong royong dan kemandirian.

*Yulizar Lapan6Online