Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu, Gunara Taufik : Selain Lestarikan Bahasa Daerah, Bentuk Karakter Siswa Cinta Budaya!

0
133
Kepala Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Banyuresmi, Gunara Taufik, S.Pd.,M.MPd/Foto2 : Deden JS

EDUKASI

“Dapat menjadi pewaris budaya dan bahasa jawa ini sebagai bahasa dan budaya yang lebih baik, sehingga tugas kita adalah bagaimana mengkayakan Indonesia. Sehingga, anak-anak kita bangga menjadi Suku Jawa dan bahasanya tapi juga bangga menjadi orang Indonesia,”

Banyuresmi | Garut | JAWA BARAT | Lapan6Online : Festival Tunas Bahasa Ibu (FTB,redI) 2025 Tingkat Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat sukses digelar oleh Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Banyuresmi pada Kamis, 7 Agustus 2025 dari pukul 07.30 s.d Selesai yang bertempat di SDN 1 Cipicung.

Ketua Pelaksana FTBI Sidik Permana, S.Pd.I

Sejumlah 166 siswa Sekolah Dasar Kecamatan Banyuresmi yang telah mengikuti lomba kegiatan FTBI. Turut hadir juga Dedi Dani Ramdani, S.Pd.,M.M.Pd (Kordinator Pengawas), Ibu Eti Kusmiati, S.Pd.,M.Pd (Pengawas), Ibu Rita Susanti, S.Si.,M.Pd (Pengawas), Ibu Imas Komariah, S.Pd.,M.Pd (Pengawas), Ibu Sadiah, M.Pd (Pengawas), dan Uho Nurjaman, S.Pd.,M.Pd (Pengawas).

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Banyuresmi, Gunara Taufik, S.Pd.,M.MPd, ia menyampaikan bahwa “Saya mengawali bahwa jabatan adalah sebuah amanah. Rasa kecewa ini di tujukan kepada Bapak dan Ibu Kepala Sekolah di wilayah Banyuresmi yang tidak mengirimkan perwakilan peserta anak didiknya pada kegiatan FTBI. Padahal jumlah sekolah di banyuresmi terdiri 46 SD Negeri dan 3 SDIT dari Swasta. Ini bisa menjadi masalah, maka perlu dilakukan evaluasi dan upaya untuk meningkatkan partisipasi tahun berikutnya,” tegasnya.

Gunara juga mengatakan,”Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) merupakan kegiatan yang bagus, tujuannya adalah untuk melestarikan bahasa daerah sebagai warisan budaya bangsa, membentuk karakter siswa yang cinta budaya, serta meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa,”Selain itu, memiliki nilai sisi strategi yang bagus, karena dapat memberikan satu referensi kepada anak-anak kita tentang bangga menjadi orang jawa yang notabene memiliki ciri khas yang tidak dimiliki orang lain, dapat menjadi pewaris budaya dan bahasa jawa ini sebagai bahasa dan budaya yang lebih baik, sehingga tugas kita adalah bagaimana mengkayakan Indonesia. Sehingga, anak-anak kita bangga menjadi Suku Jawa dan bahasanya tapi juga bangga menjadi orang Indonesia,” tambahnya.

Berikut hasil Kejuaraan Cabang Lomba FTBI jenjang SD tingkat Kecamatan Banyuresmi sebagai berikut :

NGABODOR SORANGAN
PUTRA : Juara 1 Alby Muhamad Rojab (SDN 1 BANYURESMI), Juara 2 Abyazka Malik Ibrahim (SDN 1 BINAKARYA), Juara 3 Rais Ihsanul Haq (SDN 1 SUKARATU), Juara Harapan 1 Defgan Nasution (SDN 3 SUKAKARYA) Juara Harapan 2 Muhammad Warto Waluyo (SDN 4 BAGENDIT), dan Juara Harapan 3 Farras Al- Bukhari (SDIT BINA INSAN)
Putri : Juara 1 Rasti Nur Jannah (SDN 3 PAMEKARSARI), Juara 2 Zodha Akbar Kurniawan (SDN 1 KARYASARI), Juara 3 Chalinda Meila Sashabila (SDN 1 BANYURESMI), Juara Harapan 1 Nur Avia (SDN 3 BANYURESMI), Juara Harapan 2 Rania Humaira Zidnye (SDN 1 CIMAREME), dan Juara Harapan 3 Raissa Khaira Wilda (SDN 2 KARYAMUKTI)

BIANTARA
PUTRA : Juara 1 Abdan Khairi Tsabit (SDN 1 BANYURESMI), Juara 2 Zemni Riski Febriansyah (SDN 1 BINAKARYA), Juara 3 Ahmad Abidzar Al Ghajali (SDN 2 KARYAMUKTI), Juara Harapan 1 Muhammad Fajri Fatur Rizky (SDN 4 SUKAKARYA), Juara Harapan 2 Naufal Aziz Arrauf (SDN 4 BAGENDIT), dan Juara Harapan 3 Mohammad Rasyid Zaenal Abidin (SDN 2 CIMAREME)
PUTRI : Juara 1 Sakila Hoerunahwa (SDN 1 BANYURESMI), Juara 2 Almughni Fatimah Azzahra (SDN 2 KARYAMUKTI), Juara 3 Napisa Auva Izzati (SDIT AL-FADHIL), Juara Harapan 1 Akma Nabil (SDN 1 CIMAREME), Juara Harapan 2 Shafirly Annisadyna (SDN 3 BANYURESMI), dan Juara Harapan 3 Zihan Muazara (SDN 3 SUKARATU)

MACA SAJAK
PUTRA : Juara 1 Yaqdhan Rizky Ansori (SDN 1 BANYURESMI), Juara 2 Fairel Atharizz Chalief (SDN 2 KARYAMUKTI), Juara 3 Muhammad Zainy Amarullah (SDIT AL-FADHIL), Juara Harapan 1 Muhammad Fathir Rahman (SDIT BINA INSAN), Juara Harapan 2 M.Arsyad Abdurrohman (SDN 1 SUKAMUKTI), dan Juara Harapan 3 Muhamad Arkan Febriansyah (SDN 1 KARYASARI)
Putri : Juara 1 Maulida Subhi Annisa (SDN 3 CIMAREME), Juara 2 Sheril Ananda Zikri (SDN 4 BAGENDIT), Juara 3 Alya Putri Juliyanti (SDN 1 CIPICUNG), Juara Harapan 1 Kaisha Putri Arifin (SDN 1 BANYURESMI), Juara Harapan 2 Sugi Irawati (SDN 2 KARYAMUKTI), dan Juara Harapan 3 Balkis Siti Sopiyah (SDN 4 SUKARATU)

PUPUH
PUTRA : Juara 1 Rajhid Riziq Al Burhan (SDN 1 BANYURESMI), Juara 2 Naufal Ahmad Muzakie (SDN 2 CIMAREME), Juara 3 Ibnu Akbar Assydik (SDN 4 BAGENDIT), dan Juara Harapan 1 Fathan Nandana Putra Herianto (SDIT BINA INSAN)
PUTRA : Juara 1 Septiana Sabilah (SDN 2 KARYAMUKTI), Juara 2 Shula Sabiya Surahman (SDN 4 BAGENDIT), Juara 3 Kayla Daniza Putri (SDN 1 CIPICUNG), Juara Harapan 1 Kenza Humaira Putri (SDN 1 BANYURESMI), Juara Harapan 2 Qori Zahrani Azmi (SDN 1 DANGDEUR), dan Juara Harapan 3 Lingga Bilgina Syuhada (SDN 1 SUKARAJA)

AKSARA SUNDA
PUTRA : Juara 1 Handean Badrudin Sinureja (SDS IT AL GHIFARI), Juara 2 Muhamad Yusup (SDN 3 BAGENDIT), Juara 3 Abidzar Padliansyah Putra (SDIT AL FADHIL), Juara Harapan 1 Muhammad Rafli Amar (SDN 1 SUKASENANG), Juara Harapan 2 Muhammad Azka Al-Fatih (SDIT BINA INSAN), dan Juara Harapan 3 Fabian Daztan Adhigama Mulyadi (SDN 1 BANYURESMI)
PUTRA : Juara 1 Auliya Rahmah (SDN 2 BANYURESMI), Juara 2 Nijdi Albais Syakieb (SDN 3 BANYURESMI), Juara 3 Zhafira Kalani (SDIT AL FADHIL), Juara Harapan 1 Siti Zahira Wahyuni (SDN 4 BAGENDIT), Juara Harapan 2 Indira Prameswari Putri (SDN 1 SUKASENANG), dan Juara Harapan 3 Ayundara Alisya Fatimah (SDN 1 BANYURESMI)

CARITA PONDOK
PUTRA : Juara 1 Khilal Sapta Dewa (SDN 1 BINAKARYA), Juara 2 Azka Miftahul Fadhillah (SDN 2 BANYURESMI), Juara 3 Alghaisan Pratama Hakim (SDN 1 BANYURESMI), Juara Harapan 1 Muhammad Muqbil Kholilurohman (SDIT AL-FADHIL), dan Juara Harapan 2 M Nafzar Mahardika Pratama (SDN 1 SUKASENANG)
PUTRA : Juara 1 Naila Muazara Ulfah (SDN 3 PAMEKARSARI), Juara 2 Raina Ruzqia Sahla (SDN 1 BANYURESMI), Juara 3 Kinan Khafiyyan Az Zahra (SDN 3 SUKARATU), Juara Harapan 1 Arsya Nurul Maulida (SDN 3 BAGENDIT), Juara Harapan 2 Kaleela Aish Salma (SDN 1 SUKASENANG), dan Juara Harapan 3 Maura Laisya Firdaus (SDN 4 BAGENDIT)

NGABODOR SORANGAN
PUTRA : Juara 1 Alby Muhamad Rojab (SDN 1 BANYURESMI), Juara 2 Abyazka Malik Ibrahim (SDN 1 BINAKARYA), Juara 3 Rais Ihsanul Haq (SDN 1 SUKARATU), Juara Harapan 1 Defgan Nasution (SDN 3 SUKAKARYA), Juara Harapan 2 Muhammad Warto Waluyo (SDN 4 BAGENDIT), dan Juara Harapan 3 Farras Al- Bukhari (SDIT BINA INSAN)
PUTRA : Juara 1 Rasti Nur Jannah (SDN 3 PAMEKARSARI), Juara 2 Zodha Akbar Kurniawan (SDN 1 KARYASARI), Juara 3 Chalinda Meila Sashabila (SDN 1 BANYURESMI), Juara Harapan 1 Nur Avia (SDN 3 BANYURESMI), Juara Harapan 2 Rania Humaira Zidnye (SDN 1 CIMAREME), dan Juara Harapan 3 Raissa Khaira Wilda (SDN 2 KARYAMUKTI)

Juara Umum FTBI tahun 2025 jenjang SD tingkat Kecamatan Banyuresmi oleh SDN 1 Banyuresmi yang di pimpin oleh Kepala Sekolah, Eneng Yuyun Yuningsih, S.Pd.

Di akhir kegiatan Ketua Pelaksana FTBI Sidik Permana, S.Pd.I menyampaikan kepada Lapan6Online.com bahwa,”Apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan atas kerjasama dan dukungan yang telah diberikan untuk kegiatan FTBI, acara ini sukses di dukung oleh Korwil Bidang Pendidikan, Korwas Pendidikan, Ketua PGRI, Pengawas, K2S, serta Bapak dan Ibu Kepala Sekolah Wilayah Banyuresmi,” ujarnya.

Sidik juga menambahkan “Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu diharapkan tahun berikutnya anak-anak dapat berperan aktif dalam melestarikan budaya lokal dan bahasa ibu. Sehingga, tidak terlupakan oleh generasi muda dan juga dapat mengembangkan kreativitas anak-anak dalam menggunakan bahasa ibu dan mengungkapkan budaya lokal,” tambahnya.

“Dengan diselenggarakannya Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di tingkat Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut, semoga anak-anak dapat meningkatkan partisipasinya dalam kegiatan yang berkaitan dengan bahasa ibu dan budaya lokal,” pungkasnya. (*Deden JS)