Mini Soccer BEM STIH-PGL 2025 : Tim Zaenal Bantai Tim Den Bagus 3-2

0
22
Table 2 Tampak Kapten Ibrahim Lessy kembali dihadang ketat Kapten Zaenal Arifin.

OLAHRAGA | MEGAPOLITAN

“Kemenangan ini tidak lepas dari kerjasama tim yang solid dan menerapkan strategi tepat dalam membaca pola permainan lawan,”

JAKARTA | Lapan6Online : Senja melingsir diiringi hembusan sejuk angin bertudung langit biru menaungi kawasan Lenteng Agung Jakarta Selatan. Seakan turut meluruhkan penatnya menempuh pekan Ujian Akhir Semester (UAS) bagi para mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Profesor Gayus Lumbuun (STIH PGL) Jakarta.

Irwansyah Sidabalok, pemain belakang bertubuh gempal nan jenaka dari Tim Zaenal Arifin, terbukti efektif memecah konsentrasi Kapten Ibra ketika menyusun serangan. Ist.

Ketika senja berjelaga tenggelam di ufuk barat, nampak segenap civitas akademika STIH Prof. Gayus Lumbuun (STIH PGL) Jakarta, berduyun menuju lapangan Mini Soccer Arena Lenteng Agung Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Tak ayal aura persahabatan dan semangat tanding terpancar jelas. Sebab, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIH PGL diketuai Richard Achmad Supriyanto yang juga dikenal sebagai pegiat dunia sepak bola (eks Ketua Umum The Jakmania) menghelat kejuaraan mini soccer memperebutkan Piala BEM STIH-PGL 2025 bertajuk, “Battle Duo Mini Soccer Championship 2025,” pada Sabtu, 12 Juli 2025.

Ayub Ndolu bertindak sebagai ketua penyelenggara mengatakan pada Lapan6Online bahwa pertandingan kali ini pasti akan berlangsung seru. Karena, masing-masing tim, baik Tim Zaenal Arifin vs Tim Den Bagus sama-sama diperkuat squad mahasiswa, dosen dan karyawan yang semuanya ‘gila bola.’ Pernyataan Ayub menjelang pertandingan itu membuat Lapan6Online semakin yakin untuk turut menyaksikan pertandingan hingga selesai.

Seperti diketahui, pPertandingan ini diikuti oleh dua tim dengan 16 pemain, dengan masing-masing tim terdiri dari 8 orang pemain. Tim I dipimpin Zaenal Arifin, SHm MK, M.Si dan Tim Den Bagus dipimpin Tubagus Ahmad Suhendra, SE, SH, M,H. Berikut susunan pemain dari masing-masing tim:
Tim Zaenal Arifin, S.H., M.H.,M.Si : 1. Zaenal Arifin (Kapten), 2. Irwansyah Sidabalok, 3. M.Azril Fahrezi, 4. M.Rifai Ohorella, 5. Gisliyanto, 6. Ronaldi Domu, 7. Indra Sandi dan 8. Wahyu Hidayat dan beberapa pe,ain cadangan.
Tim Tubagus Ahmad Suhendra, S.E., S.H., M.H: 1. Tubagus Ahmad Suhendra (Kapten), 2. Idris Rifandi, 3. Ayub Ndolu, 4. Richard, 5. Yogi, 6. Ismail Lessy, 7. Amar Adhani, dan 8. Ananda Daulay dan beberapa pemain cadangan diantaranya Sunardi Sadeli, Parulian Rumapea dan Supartono.

Tim Mini Succer Zaenal Arifin.

Benar saja, pertandingan berlangsung cukup sengit meskipun tanpa kehadiran pemain andalan Tubagus Ahmad Suhendar sebagai Kapten Tim Den Bagus, posisi kapten Tim Den Bagus digantikan Ibrahim Lessy, yang dikenal sebagai pemain tengah yang memiliki tendangan yang sangat bertenaga pokoknya full power.

Karena itu pula, nampaknya Zaenal Arifin (kapten Tim Zaenal Arifin) selalu menempel ketat dan berusaha menghalau berbagai manuver membahayakan Ibrahim Lessy yang didukung formasi Ismail Lessy, Idris Rifandi serta Rizki Dwijanarko alias Rixinaxo sepanjang pertandingan, untuk mementahkan serangan-serangan yang disusun Ibrahim Lessy dan rekan-rekannya di Tim Den Bagus.

Pertandingan berlangsung dua babak dengan pola permainan cukup berimbang, membuat Lapan6Online dan para penonton lain enggan meninggalkan tempat duduk hingga akhir pertandingan. Begitu pun pergantian pemain kerap dilakukan kedua tim karena tensi pertandingan meningkat, serangan dan pertahanan masing-masing tim begitu intens dilakukan.

Tim Zaenal Arifin tentu tak kalah lihai menyusun strategi dalam laga seru malam kemarin. Terbukti dalam dua babak pertandingan yang berlangsung 2 x 30 menit Tim zaenal Arifin unggul dengan skor 3-2. Hal tersebut diakui Kapten Ibra (begitu Ibrahim Lessy akrab dipanggil).

Seusai pertandingan, Ibrahimovic – eh maaf maksudnya Ibrahim Lessy, kepada Lapan6 mengatakan, kendati mengalami kekalahan timnya cukup puas dengan pertandingan ini dan salut sama teman-teman tim yang tak kenal lelah berjuang.

Apresisasi disampaikan kepada rekan-rekannya satu Tim Den Bagus yang telah bertanding dengan sportif, kompak dan tajam pada pertandingan malam ini. Namun disadari pula bahwa salah satu faktor penyebab kekalahan timnya adalah kurang kuatnya sayap pertahanan karena teman-teman hampir semua ‘striker’

Tim Zaenal Arifin menerima trophy kebanggaan Piala BEM STIH PGL 2025 dari Ketua BEM STIH PGL Richard Achmad. Ist.

Sedangkan Tim Zaenal Arifin nampak puas karena dapat menjuarai dan membawa pulang trophy kebanggaan Piala BEM STIH PGl 2025. “Kemenangan ini tidak lepas dari kerjasama tim yang solid dan menerapkan strategi tepat dalam membaca pola permainan lawan,” ungkap Zaenal Arifin pada Lapan6Online.

Dengan diadakannya kejuaraan mini soccer ini, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Profesor Gayus Lumbuun (STIH PGL) Jakarta, berharap dapat meningkatkan semangat olah raga, membangun jiwa sportif, semangat kompetisi, tim building dan mempererat ikatan kekeluargaan segenap civitas akademika STIH PGL.

“Kesemuanya itu sangat diperlukan baik selama masa studi maupun ketika lulus nanti dalam jaringan dunia profesional,” pungkas Dr. Yudi Anton Rikmadani, dosen senior STIH PGL yang juga ikut berlaga sebagai kipper Tim Den Bagus. (*Lap6/Mastete)