Nekat Jebol Plafon, 8 Tahanan Polres Way Kanan Kabur Saat Sahur

0
59
Foto : Dok.Nusantaraexpost.com

HUKUM

“Kasus kaburnya delapan tahanan ini menjadi sorotan serius dan memicu evaluasi terhadap sistem pengamanan ruang tahanan. Aparat disebut tengah melakukan pemeriksaan internal,”

Way Kanan | Lampung | Lapan6Online : Delapan tahanan di Mapolres Way Kanan, Lampung, melarikan diri pada Minggu dini hari, 22 Februari 2026. Mereka kabur dengan cara menjebol plafon sel tahanan dan diduga dibantu oleh seorang penjaga kantin berinisial SR yang membawakan gergaji ke dalam rumah tahanan.

Peristiwa tersebut terjadi saat waktu sahur, ketika situasi di sekitar sel disebut relatif lengang. Para tahanan memanfaatkan kesempatan itu untuk memotong bagian plafon dan melarikan diri melalui celah yang dibuat.

Pengejaran langsung dilakukan oleh tim gabungan dari Polda Lampung bersama jajaran Polres Way Kanan serta berkoordinasi dengan kepolisian di wilayah perbatasan guna mempersempit ruang gerak para buronan.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan delapan tahanan melarikan diri saat waktu sahur dan saat ini dalam pengejaran intensif aparat.

“Mohon doa agar delapan tahanan yang kabur ini bisa segera ditangkap,” ujar Yuni, dikutip dari RMOL Lampung, pada Senin (23/2/2026).

Delapan tahanan yang kabur diketahui merupakan tersangka kasus kejahatan jalanan, yakni pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian dengan kekerasan (curas). Mereka berasal dari penanganan tingkat Polsek hingga Polres dan seluruhnya dititipkan di ruang tahanan Polres Way Kanan.

Identitas para tahanan yang melarikan diri masing-masing berinisial KRS, NV, JN, RI, DR, Rah, SRL, dan HRM.

Sementara itu, SR yang diduga membantu proses pelarian telah diamankan oleh pihak kepolisian. Penyidik masih mendalami motif serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam insiden tersebut.

Kasus kaburnya delapan tahanan ini menjadi sorotan serius dan memicu evaluasi terhadap sistem pengamanan ruang tahanan. Aparat disebut tengah melakukan pemeriksaan internal untuk memastikan tidak ada kelalaian prosedur yang menyebabkan para tahanan bisa memperoleh alat bantu dan menjebol plafon sel. (*Agy Umbara/Lpn6)