EKONOMI | POLITIK
“Rincian NTP November tahun ini adalah tanaman pangan 113,62; hortikultura 116,68; perkebunan rakyat 142,75; peternakan 108,65; dan perikanan 115,73. Sementara nilai tukar usaha pertanian tercatat 123,71 atau naik 0,33 persen,”
Makassar | SULSEL | Lapan6Online : Nilai Tukar Petani (NTP) Gabungan Sulawesi Selatan pada November 2025 tercatat 119,09 atau naik 0,22 persen dari Oktober yang sebesar 118,83. Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Statistik Distribusi dan Jasa dari Badan Pusat Statistik Sulsel, dalam siaran video di kanal YouTube resmi BPS Sulsel, baru-baru ini.
Suri Handayani mengatakan kenaikan NTP dipengaruhi perubahan indeks harga diterima (IT) dan indeks harga dibayar (IB) petani, yang menjadi dasar penghitungan kesejahteraan mereka.
“Dari lima subsektor, tiga di antaranya mencatat kenaikan NTP. Hortikultura naik 2,28 persen, tanaman perkebunan rakyat naik 0,42 persen, dan perikanan naik 1,27 persen. Adapun Tanaman Pangan turun 0,06 persen dan Peternakan turun 0,22 persen,” ucap Suri.

Rincian NTP November tahun ini adalah tanaman pangan 113,62; hortikultura 116,68; perkebunan rakyat 142,75; peternakan 108,65; dan perikanan 115,73. Sementara nilai tukar usaha pertanian tercatat 123,71 atau naik 0,33 persen.
Suri menjelaskan IT diperoleh dari survei harga tingkat produsen dan IB dari survei harga konsumen pedesaan, keduanya dihitung dengan rumus Laspeyres. NTP menjadi indikator penting untuk melihat kemampuan petani memenuhi kebutuhan usaha dan rumah tangga. (**)
*Pewarta : Nafsul Muthmainnah
*Editor : Amrullah Andi Faisal


















