PemDes Karya Bersama Musyawarah Rembuk Stunting Desa

0
80
Kepala Desa Karya Bersama, Rahmanuddin Arsyad

PERISTIWA

“Ini perlu menunjukkan keseriusan dalam rembuk stunting dengan melibatkan seluruh pihak, merumuskan strategi yang jelas, dan mengalokasikan anggaran yang sesuai,”

Pasangkayu | SULBAR | Lapan6Online : Rembuk stunting adalah forum musyawarah atau diskusi yang diadakan di tingkat desa atau komunitas untuk membahas pencegahan dan penanganan masalah stunting.

Tujuannya adalah merumuskan strategi dan rencana aksi konkrit yang melibatkan berbagai pihak terkait, seperti pemerintah desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum, untuk mengatasi masalah stunting secara komprehensif

Seperti yang digelar Pemerintah Desa Karya Bersama melaksanakan rembuk stunting dihadiri Sekcam, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas BPDDesa , Penyuluh KB, Penyuluh Pertanian, Kepala Puskesmas, tokoh masyarakat, tokoh adat tokoh pemuda, Linmas Ketua RW, serta Staf Kader Desa Karya Bersama, pada Kamis (8/05/2025).

“Ini perlu menunjukkan keseriusan dalam rembuk stunting dengan melibatkan seluruh pihak, merumuskan strategi yang jelas, dan mengalokasikan anggaran yang sesuai,” terang Kades Rahmanuddin.

Ia menjelaskan,”Selain itu, penting untuk memastikan adanya pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan program penanganan stunting yang ada di Desa Karya Bersama,” jelasnya.

Lebih konkrit lagi, Kepala Desa Karya Bersama, Rahmuddin Arsyad dalam sambutannya mengatakan bahwa,”Pemerintah desa berharap agar seluruh elemen stekholder, masyarakat pemerintah berpartisipasi dalam penanganan stunting musyawarah ini Rembug Stunting juga menjadi bagian dari perencanaan RKPDes (Rencana Kerja Pemerintah Desa) dan kegiatan yang diprioritaskan dalam penggunaan dana desa untuk penanganan stunting yang ada di desa,” bebernya.

Ia menambahkan bahwa,”Dengan keseriusan pemerintah Desa Karya Bersama dalam rembuk stunting dan penerapan langkah-langkah yang tepat, diharapkan dapat terjadi penurunan angka stunting secara signifikan di wilayah desa kita tercinta ini,” tambahnya.

Diakhir keterangannya, Kades Rahmanuddin mengatakan bahwa,”Elaborasi pentingnya melibatan seluruh pihak, untuk rembuk stunting bukan hanya sekadar pertemuan, tetapi juga forum untuk menyatukan visi dan misi bersama dalam mengatasi stunting. Pelibatan masyarakat, kader kesehatan, dan tokoh agama sangat penting karena mereka adalah garda terdepan dalam memberikan edukasi dan dukungan kepada keluarga yang berisiko stunting,” pungkasnya. (*HGDP)