Pj KaDes Bonde Utara Beserta Penggerak PKK Pimpin Warga Menaiki Kuda dan Becak Lestarikan Budaya Mandar

0
575
Pejabat Kepala Desa, Bakriadi S.Pd.MM /Foto2 : HGDP

BUDAYA

”Kegiatan ini bentuk Apresiasi kepada masyarakat desa bonde Utara juga agar supaya kedepannya lebih banyak anak-anak bersemangat untuk terus belajar mengaji dan menamatkan bacaan Alquran,”

Pamboang | Majene | SULBAR | Lapan6Online : Dalam rangka melestarikan budaya Mandar, Pj Kepala Desa Bonde Utara beserta penggerak PKK Desa Bonde Utara memimpin kegiatan unik dengan menaiki kuda dan becak. Kegiatan ini diikuti oleh warga desa dan bertujuan untuk mengenang dan melestarikan tradisi budaya Mandar.

Isteri Pejabat Kepala Desa, Bakriadi S.Pd.MM

Kegiatan Tammat Massal Di Desa Bonde Utara sebuah Tradisi Mandar yang terus dijaga dan dilestarikan oleh warga Masyarakat Mandar Majene, tidak terkecuali Desa Bonde Utara, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, pada Sabtu (18/10/2025).

Tradisi tammat massal (disebut juga Massawe To Tamma atau Sayyang Pattudu) di Mandar diperkirakan sudah ada sejak abad ke-16.

Tradisi ini adalah perpaduan kearifan lokal Mandar dan pengaruh Islam untuk merayakan anak yang telah menamatkan Al-Qur’an.

Acara messawe to,Tamma sangat populer dikalangan masyarakat mandar keluarga mereka rela datang dari perantauan demi menyaksikan Kerabat Keluarga di arak mengelilingi kampung dengan menaiki kuda atau becak.

Bahkan biasanya ada sebagian orang orang mandar yang hidup di perantauan bernasar untuk pulang menamatkan mengikut sertakan anaknya dalam acara messawe sayyang pattuduq to,Tamma (menaiki kuda menari orang khatam Al-Qur’an)

Pejabat Kepala Desa, Bakriadi S.Pd.MM mengatakan bahwa,”Kegiatan ini bentuk Apresiasi kepada masyarakat desa bonde Utara juga agar supaya kedepannya lebih banyak anak-anak bersemangat untuk terus belajar mengaji dan menamatkan bacaan Alquran,” ujarnya.

Bakriadi menambahkan,”Messawe to Tamma hanya sebagai penghargaan kepada mereka yang sudah tamat khatam Al-Qur’an walaupun sebagai ummat Islam sudah menjadi kewajiban menghapal kitab suci untuk di jadikan sebagai pedoman hidup baik di dunia ataupun di akhirat kelak,” imbuhnya.

Peran pemerintah dalam melestarikan budaya dan tradisi meliputi penyusunan kebijakan nasional, fasilitasi partisipasi masyarakat, serta pengamanan dan pemeliharaan warisan budaya.

Pemerintah pusat berperan menetapkan arah kebijakan nasional, sementara pemerintah daerah dan desa memfasilitasi kegiatan lokal, menggalakkan partisipasi masyarakat, dan melakukan inventarisasi serta pemeliharaan objek budaya seperti dokumentasi dan restorasi.

Kegiatan Pelestarian Budaya
Warga Desa Bonde Utara menaiki kuda dan becak dengan mengenakan pakaian adat Mandar. Kegiatan ini diiringi dengan musik tradisional dan tarian adat.

Pj Kepala Desa Bonde Utara menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya Mandar dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya.

Manfaat Kegiatan
Melestarikan budaya dan tradisi Mandar. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya, dan membangun kebersamaan dan kekompakan warga desa.

Dengan kegiatan ini, Pj Kepala Desa Bonde Utara dan penggerak PKK Desa Bonde Utara menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya Mandar dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya. (*HGDP)