OPINI | HUKUM | POLITIK
“Konsentrasi kekuasaan politik pada satu keluarga di Kalimantan Timur bisa menjadi ancaman besar bagi demokrasi. Jika dibiarkan, gurita dinasti politik keluarga yang berpotensi menurunkan kualitas demokrasi secara keseluruhan,”
Oleh : Nuruddin
KALIMANTAN Timur yang kala itu menjadi sorotan dengan munculnya fenomena dinasti politik yang mengkhawatirkan, kini terasa dikancah politik Bumi Borneo. Dengan istilah “Dinasti Keluarga Baru Senayan” ini disebut-sebut telah menguasai berbagai posisi strategis dalam pemerintahan dan legislatif di Kalimantan Timur.
“Dinasti Keluarga Baru Senayan” sejak awal telah mempersiapkan kerabatnya untuk menduduki posisi strategis diwilayah Kalimantan Timur. Dari Dewan, Bupati hingga Walikota telah dikuasai.

Kekhawatiran atas Demokrasi
Hal ini seperti apa yang disampaikan oleh Pengamat politik, Musyanto, menilai bahwa konsentrasi kekuasaan politik pada satu keluarga di Kalimantan Timur dapat menjadi ancaman besar bagi demokrasi. “Konsentrasi kekuasaan politik pada satu keluarga di Kalimantan Timur bisa menjadi ancaman besar bagi demokrasi. Jika dibiarkan, gurita dinasti politik “Dinasti Keluarga Baru Senayan,” berpotensi menurunkan kualitas demokrasi secara keseluruhan,” kata Musyanto saat itu.
Tantangan bagi Kalimantan Timur
Penguasaan dinasti politik yang tak terkendali dapat membawa dampak negatif bagi provinsi, termasuk penyalahgunaan kekuasaan dan merosotnya nilai-nilai demokrasi.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat dan pihak berwenang untuk mengawasi dan mengontrol kekuasaan politik agar tetap seimbang dan tidak disalahgunakan.

Saya sebagai putra daerah berharap besar agar Bumi Borneo bersih dari berbagai macam bentuk kolaborasi, konspirasi, dinasti, KKN hingga korupsi. Selain itu, penyakit KURAP (Kurang Rapi,red), KUDIS (Kurang DIsiplin,red), KUTIL (Kurang Teliti,red) sudah menjangkit di Bumi Borneo ini.
Memang tidaklah mudah menghapus apalagi membumihanguskan kesemuanya itu, namun dengan penuh keyakinan kami DPD LP3K-RI Kalimantan Timur secara bertahap akan melakukan Revolusi secara beradap demi terciptanya Bumi Borneo Bersih dari segala macam bentuk yang merusak tatanan, dan moral anak negeri tercinta ini.
Memang tidaklah mudah, namun dengan semangat serta kebersamaan bahu membahu lebih mengedepankan kepentingan bersama, tentunya tantangan dan rintangan akan mudah dijalani sesuai harapan. Salam Kalo Bersih Kenapa Risih! (**)
*Penulis Adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD)
Lembaga Pendidikan Pemantauan&Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (LP3K-RI) Kalimantan Timur

















