Terkait Nasib Pedagang Pasar! August Hamonangan : Perhatikan Nasib Mereka Jangan Dibiarkan Begitu Saja!

0
353
August Hamonangan, S.H., M.H/Ketua Komisi III DPRD DKI Jakarta/Foto : Ist.

POLITIK | MEGAPOLITAN

“Terdapat beberapa pasar yang keadaannya sudah tidak layak lagi, sehingga menyulitkan pedagang dan para pembeli untuk datang dan melakukan transaksi jual-beli,”

Jakarta | Lapan6Online : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta August Hamonangan meminta Pemprov DKI untuk memperhatikan pedagang Pasar Taman Puring setelah terbakar beberapa waktu lalu, karena hingga saat ini masih belum diperbaiki.

“Sejak Pasar Taman Puring terbakar sampai saat ini tempatnya masih belum juga diperbaiki dan pedagang berada dalam kondisi yang miris,” kata August di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Ia mendesak agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan perhatian, khususnya kepada para pedagang dan segera memperbaiki pasar tersebut. Karena kata August, seharusnya Pemprov DKI memberikan perhatian kepada para pedagang yang belum bisa kembali berdagang.

“Sebab, kerugian yang timbul dari kondisi ini sudah sangat besar dan tidak terhitung setiap hari, pasarnya belum diperbaiki,” ujarnya.

August juga mengungkit kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat sekitar karena kesulitan mencari dan membeli barang-barang kebutuhan akibat belum diperbaikinya Pasar Taman Puring.

Lebih lanjut, August juga mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk memperhatikan kondisi pasar lainnya secara umum di Ibu Kota. Menurut dia, terdapat beberapa pasar yang keadaannya sudah tidak layak lagi, sehingga menyulitkan pedagang dan para pembeli untuk datang dan melakukan transaksi jual-beli.

“Sebenarnya, bukan hanya di Pasar Taman Puring saja isu pasar ini bermasalah. Kami ambil contoh misalnya di Pasar Mampang. Lokasinya yang kini tidak strategis lagi membuat para pedagang kehilangan banyak pelanggan,” katanya.

Seperti diketahui, bahwa Pasar Taman Puring terbakar pada Senin, 28 Juli 2025, sekitar pukul 18.00 WIB. Api diduga muncul dari korsleting listrik pada salah satu kios di Blok E/D. Petugas keamanan dan warga saat itu sudah berusaha memadamkan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR,red), namun api sudah membesar, sehingga mereka mundur dan melaporkan ke kelurahan/Polsek untuk meminta bantuan Damkar. Tim Damkar diterjunkan segera atau sekitar pukul 18.10 WIB dan proses pemadaman dimulai dan kemudian usaha lokalisir (mencegah merambat) dilakukan sekitar pukul 19.53 WIB.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga dini hari. Kebakaran dinyatakan berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.30 WIB dengan luas area yang terbakar sekitar 1.500 meter persegi dari total bangunan pasar.

Sekitar 552 kios dinyatakan hangus terbakar, termasuk barang dagangan dan struktur kiosnya. Nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp30 miliar. Tidak ada laporan korban jiwa dari kebakaran ini, baik dari warga maupun petugas pemadam kebakaran. (*BBS)