Plt Dinsos Majene GerCep Tangani Rahmatia, Pengidap Penyakit Langka Selama 30 Tahun

0
326
Bu Rahmatia (45) saat dijemput Tim Medis Puskesmas Banggae Timur untuk dibawa ke RSUD Majene/Foto2 : Hasri

PERISTIWA

”Masyarakat agar jangan menutup diri jika ada hal yang mau disampaikan ke pemerintah sampaikan apa lagi berkaitan dengan penyakit yang parah seperti ini sebab pemerintah hadir untuk memberikan jaminan sosial bagi seluruh masyarakat tanpa kecuali,”

Majene | SULBAR | Lapan6Online : Menindaklanjuti viral pemberitaan hingga heboh di kalangan masyarakat Majene, terkait penyakit langka Bu Rahmatia (45).

Melihat hal tersebut Camat Banggae Timur, pada Selasa (29/07/2025) yang juga sebagai Plt.Dinas Sosial gerak cepat (GerCep,red) bersama Tim Medis Puskesmas langsung membujuk pasien untuk dilakukan perawatan khusus oleh pihak rumah sakit umum Daerah Majene.

Berdasarkan dari hasil Assesmen dari PRS Majene Norman.S.Sos M.Sos. menyampaikan, Ibu Rahmatia, Warga pengidap penyakit kulit yang tinggal di Komplek BTN Pepabri Lingkungan Leppe, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat, sebenarnya Rahmatia sudah lama mengidap penyakit kulit tapi selama ini almarhum orangtuanya sangat tertutup dan merahasiakan kondisi putrinya tersebut.

Informasi awak media Lapan6Online.com dilapangan, setelah orang tuanya Rahmatia wafat barulah saudaranya berani menyampaikan ke publik melihat kondisi kesehatan kakaknya semakin parah beliu beranikan diri untuk menyampaikan di media social.

Hal ini dilakukan dengan harapan agar saudarinya dapat dirawat sebagai mana mestinya, menurut keterangannya bahwa, ia (Rahmatia,red) juga belum pernah melakukan perekaman KTP dan lebih menyedihkan ternyata saudaranya juga mengidap penyakit mental (gangguan jiwa) ODGJ yang juga perlu perawatan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Plt.Dinas Sosial Ibu Najibah.B Fattah, S.Ag,M.Ag yang didampingi Surimurti S.Sos, Kepala Bidang Pelayanan Rehabilitasi Sosial Kabupaten Majene, menyatakan bahwa,”Ibu Rahmatia kurang lebih 30 tahun lebih beliau menderita Penyakit Kulit namun pihak keluarga sangat tertutup, maka pemerintah Kabupaten Majene dalam hal ini bukan tidak peduli tetapi karena pihak keluarga tertutup, sehingga penyakitnya semakin meluas,” ujar Najibah.

Najibah.B Fattah menjelaskan bahwa,”Atas saran dan perintah Pak Bupati, kami langsung turun melakukan kunjungan bersama tim dan membawa beberapa keperluan berupa beras baju matras dan beberapa keperluan lainnya. Dan untuk saat ini kami akan berkordinasi dinas kependudukan (Capil ) juga pihak BPJS Agar segera di update datanya untuk mempermudah perawatan selanjutnya,” jelasnya.

Najibah .B Fattah mengingatkan,”Masyarakat agar jangan menutup diri jika ada hal yang mau disampaikan ke pemerintah sampaikan apa lagi berkaitan dengan penyakit yang parah seperti ini sebab pemerintah hadir untuk memberikan jaminan sosial bagi seluruh masyarakat tanpa kecuali,” harapnya.

“Saat ini pasien sudah berada di rumah sakit umum Daerah kabupaten Majene untuk mendapatkan perawatan intensif dari dokter dan pendamping dari Dinas Sosial akan terus berupaya untuk mengawasi dan membantu mengurus keperluan serta administrasi yang dibutuhkan,” pungkasnya. (*HGDP)