HUKUM
“Meski begitu, mereka tetap berharap PT Sampurna tidak cuci tangan. Masyarakat menuntut perusahaan menunjukkan tanggung jawab sosialnya,”
Landak | KALBAR | Lapan6Online : Hampir sebulan janji manajemen PT Sampurna untuk memperbaiki akses jalan penghubung Dusun Mayun menuju Dusun Tamu, di perbatasan Desa Sumber Karya, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang, tak kunjung ditepati. Janji itu tinggal janji, tak ada satu pun aksi.

Kepala Desa Berinang Mayun, Raju, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap sikap perusahaan perkebunan sawit tersebut. Dalam pesan WhatsApp kepada Lapan6online, pada Minggu (27/7/2025), ia menegaskan bahwa PT Sampurna sama sekali tidak serius menepati komitmen.
“Janji mereka hanya di bibir. Sudah hampir sebulan, tidak ada satu pun alat atau tenaga mereka turun. Sementara kerusakan jalan semakin parah dan masyarakat terus menderita,” tegas Raju.

Ruas jalan ini merupakan urat nadi warga untuk bekerja, mengangkut hasil kebun, hingga mengakses layanan dasar. Namun, perusahaan yang ikut menikmati hasil bumi setempat justru bersikap tutup mata.
Karena tak ingin menunggu lebih lama, Pemerintah Desa bersama masyarakat akhirnya bertindak. Dengan memanfaatkan dana desa dan swadaya warga, mereka menyewa alat berat untuk melakukan perbaikan darurat.

“Kalau menunggu mereka, jalan ini akan terus jadi kubangan. Demi masyarakat, kami dan warga bergerak sendiri,” tambah Raju.
Langkah cepat pemerintah desa ini disambut baik warga. Meski begitu, mereka tetap berharap PT Sampurna tidak cuci tangan. Masyarakat menuntut perusahaan menunjukkan tanggung jawab sosialnya.
“Perusahaan sebesar itu jangan hanya datang saat butuh. CSR itu bukan hiasan laporan tahunan. Giliran masyarakat susah, mereka diam saja,” ujar Raju dengan nada kesal.

Kini, mata masyarakat Berinang Mayun tertuju pada PT Sampurna. Apakah janji perbaikan jalan akan ditepati? Atau sekadar jadi cerita manis tanpa realisasi?
*Yulizar | Lapan6Online


















