Semangat Lebaran di Perbatasan : Warga Entikong Antusias Ikuti Permainan Rakyat dari Hasil Tradisi Nopeng

0
30
Muhamad Nazri (Ketua IP2E)

BUDAYA

“Permainan rakyat ini rutin kami selenggarakan setiap Lebaran, dengan dana dari hasil nopeng. Ini adalah tradisi turun-temurun yang terus kami lestarikan, dan kami berharap dapat terus berlanjut ke depannya,”

Entikong | Sanggau | KALBAR | Lapan6Online :Suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia terasa berbeda. Ratusan warga memadati lapangan bola Entikong untuk mengikuti berbagai permainan rakyat yang digelar oleh Ikatan Pemuda Pemudi Entikong, pada Selasa (24/03/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari tradisi yang telah mengakar kuat di masyarakat perbatasan. Dana penyelenggaraan acara berasal dari hasil “nopeng” yang dilaksanakan pada 22 Maret 2026, berupa sumbangan warga dalam bentuk barang dan uang, yang kemudian dikumpulkan untuk mendukung kegiatan Lebaran.

Beragam permainan tradisional disuguhkan, mulai dari panjat pinang yang diikuti secara berkelompok beranggotakan tujuh orang, hingga lomba unik seperti memukul air dalam kantong dengan mata tertutup, mencari koin dalam tepung, meniup air dalam gelas Aqua, serta balap karung. Sorak sorai dan tawa warga menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di tengah perayaan hari besar umat Islam tersebut.

Ketua panitia, Safri, bersama jajaran pemuda setempat memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan meriah dan tertib. Di sela acara, Ketua Ikatan Pemuda Pemudi Entikong (IP2E,red) Muhammad Nazri, menegaskan bahwa,” Kegiatan ini merupakan bentuk pelestarian tradisi sekaligus penguat solidaritas masyarakat perbatasan,” tegasnya.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Muhammad Nazri selaku Ketua Ikatan Pemuda Pemudi Entikong (IP2E) mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.

“Permainan rakyat ini rutin kami selenggarakan setiap Lebaran, dengan dana dari hasil nopeng. Ini adalah tradisi turun-temurun yang terus kami lestarikan, dan kami berharap dapat terus berlanjut ke depannya,” ujarnya.

Ia mengatakan,”Ini Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini mencerminkan kekuatan sosial masyarakat di wilayah perbatasan. Di tengah berbagai tantangan kawasan perlintasan negara, semangat gotong royong dan kebersamaan tetap terjaga melalui tradisi lokal seperti nopeng dan permainan rakyat,” ujarnya semangat.

“Perayaan ini menjadi bukti bahwa dari wilayah perbatasan, nilai-nilai kebersamaan, budaya, dan identitas lokal tetap hidup dan menjadi bagian penting dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri,” pungkasnya. (*SPL/Hairuddin/Mahry/Lpn6)

Simak Video Terkait :