Viral dari Perbatasan : Tradisi “Nopeng” Entikong Bikin Haru, Warga Sambut Lebaran dengan Cara Penuh Makna

0
61

BUDAYA | WISATA

“Ini bukan tentang apa yang kami dapatkan, tapi bagaimana kami tetap saling terhubung sebagai masyarakat perbatasan,”

Entikong | Sanggau | KALBAR | Lapan6Online : Di tengah hiruk-pikuk modernisasi, sebuah tradisi sederhana dari perbatasan Indonesia justru menyentuh hati banyak orang.

Di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, puluhan pemuda berjalan dari rumah ke rumah dengan mengenakan topeng—menghidupkan kembali tradisi lama yang sarat makna, nopeng, pada Ahad (22/03/2026).

Sore itu, sekitar pukul 15.30 WIB, langkah mereka menyusuri kampung terasa seperti membawa pesan yang lebih dalam dari sekadar kunjungan. Di balik topeng, ada harapan, ada kerinduan akan kebersamaan, dan ada semangat menjaga warisan budaya yang nyaris terlupakan.

Setiap rumah yang mereka datangi bukan hanya sekadar tujuan, tetapi ruang pertemuan hati. Pintu-pintu terbuka, senyum mengembang, dan tangan-tangan saling menyapa. Segelas minuman, makanan sederhana, hingga sedikit rezeki yang diberikan warga bukan soal nilai, melainkan ketulusan.

“Ini bukan tentang apa yang kami dapatkan, tapi bagaimana kami tetap saling terhubung sebagai masyarakat perbatasan,” ujar Rulian, Koordinator kegiatan dari Ikatan Pemuda Perbatasan Entikong (IP2E).

Ucapan “minal aidin wal faizin” menggema di setiap sudut kampung. Di tempat yang jauh dari gemerlap kota, makna Lebaran justru terasa lebih dekat—lebih hangat, lebih manusiawi.

Yang membuat tradisi ini semakin menyentuh, hasil dari nopeng tidak dinikmati sendiri. Semua dikumpulkan, lalu diubah menjadi kebahagiaan bersama. Keesokan harinya, warga menggelar lomba panjat pinang—simbol perjuangan dan kebersamaan.

Tawa pecah saat para peserta berusaha memanjat batang pinang yang licin. Mereka jatuh, bangkit, dan saling membantu. Di situlah terlihat bahwa yang dirayakan bukan kemenangan, melainkan kebersamaan.

Di salah satu rumah warga RT 005, para penopeng bahkan merekam video ucapan Lebaran. Sederhana, tanpa panggung, namun penuh makna—sebuah pesan dari perbatasan untuk Indonesia.

Tradisi nopeng di Entikong membuktikan bahwa di tengah segala keterbatasan, masyarakat tetap mampu menciptakan kebahagiaan yang tulus. Bahwa Lebaran bukan tentang kemewahan, tetapi tentang hati yang saling terhubung.

Dan dari perbatasan negeri ini, sebuah pesan sederhana terasa begitu kuat: kebersamaan adalah kekayaan yang sesungguhnya. (*SPL/Hairuddin/Mahry/Lpn6)

Simak Video Terkait :