Sifat dan Perilaku Turun Temurun dan Anak Cucu Nabi Adam AS

0
235
Hasri Gandeng Daeng Pawuang/Foto : Ist.

OPINI

“Karena paras yang Labuda yang tidak secantik Iqlima, Qabil merasa dengki karena Habil dapat menikahi saudari kembarnya. Ia bahkan mendapat bisikan dari iblis untuk membunuh Habil,”

Oleh : Hasri Gandeng Daeng Pawuang

HAWA melahirkan dua pasang anak kembar laki-laki dan perempuan yang diberi nama Qabil, Iqlima, Habil, dan Labuda. Qabil merupakan saudara kembar Iqlima, sementara Habil merupakan saudara kembar Labuda. Adapun kisah yang paling terkenal adalah antara Qabil dan Habil,

Dikutip dari buku Kisah Para Nabi Sejarah Lengkap Kehidupan Para Nabi sejak Nabi Adam Alaihissalam hingga Nabi Isa Alaihissalam oleh Ibnu Katsir, As-Sadi menceritakan dari Abu Malik dan Abu Shalih, dari Ibnu Abbas, dari Muhrrah, dari Ibnu Mas’ud, dari sebagian sahabat Nabi bahwa setelah mereka berempat sudah baligh, Allah memerintahkan Adam untuk mengawinkan anak-anaknya yang tidak sekandung. Qabil dinikahkan dengan Labuda dan Habil dinikahkan dengan Iqlima.

Akan tetapi, karena paras yang Labuda yang tidak secantik Iqlima, Qabil merasa dengki karena Habil dapat menikahi saudari kembarnya. Ia bahkan mendapat bisikan dari iblis untuk membunuh Habil.

Dikarenakan tidak mau mengalah dan penuh rasa iri hati, Nabi Adam yang tidak ingin melanggar anjuran dari Allah pun memerintahkan kedua putranya untuk berkurban agar dapat mengambil pilihan terbaik ,

Habil dan Keimanannya
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Ibnu Umar, putra Adam yang bernama Qabil mempunyai ladang pertanian. Sedangkan Habil mempunyai peternakan kambing. Mereka berdua pun menyerahkan kurbannya berdasarkan perintah Allah.

Habil mengurbankan hewan ternaknya yang paling gemuk, sementara Qabil mengurbankan tanaman hasil pertaniannya dengan kualitas paling rendah.
Kala itu, Allah SWT mengirimkan api sebagai petunjuk dan tanda bahwa Ia telah menerima kurban dari kedua putra Adam. Api itu menyambar kurban dari Habil Ketetapan Allah ini membuat Qabil tersulut amarah dan berkata kepada Habil, “Sungguh aku benar-benar akan membunuhmu hingga engkau jadi menikahi saudara perempuan kembaranku.”

Habil pun menjawab, “Sesungguhnya, Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa.”

Tidak berhenti sampai di situ, ketika Habil menerima ancaman pembunuhan dari saudaranya, ia berkata tidak akan balas membunuh Qabil.

Hal ini diabadikan dalam Al-Quran surat Al-Ma’idah Ayat 28:
Artinya: “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam”.

Hal ini menunjukkan bahwa Habil tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi ia lebih memilih untuk diam karena keimanannya. Ia merasa takut kepada Sang Pencipta apabila ia turut melakukan kerusakan di muka bumi. Habil mengajarkan kepada manusia bahwa barangsiapa yang bertakwa maka ia akan mulia di sisi Allah.

GPASRI (Gerakan Pemerhati Adat Istiadat Budaya Sejarah Tradisi Republik Indonesia,red) ini adalah awal dari persoalan dan prilaku ummat manusia di muka bumi jika ini mampu dijadikan sebagai pedoman serta pelajaran insyaallah Habil mewakili manusia yang beriman berprilaku mulia sopan santun dermawan ketaatan kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa.

Sementara Qabil mewakili prilaku buruk kasar pembangkang kikir dan sombong, semoga orang orang yang berniat baik dan bertaqwa diberikan petunjuk kemudahan kesehatan keselamatan dunia akhirat insyaallah. (**)

*Penulis Adalah Ketua DPD LP3K-RI Sulbar&Aktivis GPASRI