Sudah Jatuh Tertimpa Tangga : Kisah Memilukan Abdul Muttalib, Pedagang Bensin Eceran di Majene yang Kecurian Saat Berjuang Hidup

0
3

EKONOMI

“Yakinlah bahwa Allah SWT sedang menguji hamba-Nya untuk menaikkan derajatnya,”

Majene l SULBAR l Lapan6Online :Nasib malang nampaknya belum beranjak dari Abdul Muttalib, seorang pedagang bensin eceran di Kelurahan Rangas Pabesoang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene. Pria yang juga ayah dari Haerul (16), remaja penyandang disabilitas yang sempat viral karena tak tersentuh bantuan sosial, kini harus menelan pil pahit setelah menjadi korban pencurian pada Minggu, 3 April 2026.Sekitar pukul 09.00 WITA, saat sedang mengais rezeki di jalan poros, Abdul Muttalib didatangi oleh seorang pria bermasker yang berniat membeli 10 liter bensin (2 jerigen). Namun, saat proses pengisian berlangsung, pelaku berdalih pergi sejenak untuk mengambil sesuatu.

Setelah menunggu 20 menit tanpa kepastian, Abdul Muttalib tersadar bahwa tas berisi uang hasil jualan sebesar Rp 1.200.000, HP Xiaomi, serta dokumen vital seperti KTP, kartu BPJS Kesehatan, dan kartu rujukan kontrol di RSUD obatnya telah raib.

Poin-Poin Utama Kejadian:Modus Operandi: Pelaku berpura-pura membeli bensin dalam jumlah banyak untuk mengalihkan perhatian korban.Kerugian Materil: Uang tunai Rp 1.200.000, satu unit ponsel, dan dompet.Kerugian Dokumen: KTP, kartu BPJS, dan surat rujukan medis yang sangat dibutuhkan untuk pengobatanya, Abdul Muttalib.

Identitas Pelaku: Tidak dikenal, menggunakan masker, dan mengendarai motor yang jenisnya tidak sempat teridentifikasi oleh korban. Ironi Bantuan Sosial dan Status Desil Masih tinggi.

Kisah Abdul Muttalib memicu keprihatinan publik lantaran kondisi ekonominya yang sulit. Meski menghidupi anak disabilitas dan 6 orang anak, ia dilaporkan belum pernah menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) atau BLT Kesra dari Kemensos RI. Mirisnya, data kerentanan ekonominya masih tercatat pada Desil 6, yang menyebabkannya sulit mengakses bantuan sosial yang seharusnya menjadi hak masyarakat kurang mampu.

Tanggapan LP3KRI Sulawesi Barat
Menanggapi musibah ini, Tim LP3KRI (Lembaga Pendidikan Pemantauan&Pencegahan Korupsi Republik Indonesia,red) melalui media resmi Lapan6Online Sulawesi Barat telah berkoordinasi dengan korban.

Hasri Gandeng, Ketua DPD LP3KRI Sulawesi Barat menyampaikan beberapa poin penting diantarannya,”Laporan Kepolisian : Mendesak korban untuk segera melapor ke Aparat Penegak Hukum (APH) setempat agar ditindaklanjuti. Imbauan UMKM : Meminta pedagang kaki lima dan pelaku UMKM untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pembeli dengan gerak-gerik mencurigakan. Pesan Moril : Berharap musibah ini menjadi ujian kesabaran dan keikhlasan. “Yakinlah bahwa Allah SWT sedang menguji hamba-Nya untuk menaikkan derajatnya,” ungkapnya.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi pemerintah daerah dan pusat untuk mengevaluasi akurasi data kemiskinan (Desil) di lapangan, agar warga seperti Abdul Muttalib tidak terus “terlupakan” dalam sistem bantuan negara. (*BM/Lp6)