BUDAYA | NUSANTARA
”Salasatu ciri khas orang mandar setiap kegiatan orang tua dulu di mandar selalu mengutamakan pendekatan ussul pilosof bernuansa Religius apabila melakukan aktivitas salasatu contoh makanan khas jepa mulai dari penanaman pengolahan dan penyajian semua melalui ritual termasuk pembuatan perahu Sandeq,”
Majene | SULBAR | Lapan6Online : Warisan Masa Depan Maritim Nusantara adalah sebuah acara yang bertujuan untuk mempromosikan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya melestarikan warisan maritim Indonesia.
Dengan tema “Membangun Kejayaan Laut untuk Generasi Mendatang”, acara ini akan menjadi platform untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi dalam mengelola sumber daya laut dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan.

Rembuk Nilai Budaya Penguatan Nilai Budaya Dan Kekayaan Intelektual Komunal Dan pangan Bahari sebagai Warisan Masa Depan Maritim Nusantara, pada Selasa 17 Juni 2025, bertempat Di Gedung Museum Mandar Majene Lingkungan Timbo-Timbo, Kelurahan Pangali Ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.
Pada kesempatan tersebut Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual,Yayuk Sri Budi Rahayu kepada awak media mengatakan,”Penguatan nilai budaya dan kekayaan intelektual (KI) merupakan upaya untuk melindungi, melestarikan, dan memanfaatkan warisan budaya serta karya intelektual suatu bangsa. Hal ini penting untuk menjaga identitas budaya, mendorong inovasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, “ jelasnya.

Hal senada disampaikan Drs.H.Ahmad Djamaan,MSI., ia mengatakan bahwa,”Salasatu ciri khas orang mandar setiap kegiatan orang tua dulu di mandar selalu mengutamakan pendekatan ussul pilosof bernuansa Religius apabila melakukan aktivitas salasatu contoh makanan khas jepa mulai dari penanaman pengolahan dan penyajian semua melalui ritual termasuk pembuatan perahu Sandeq sangat banyak makna serta arti setiap alat alat yang terdapat di perahu tersebut dan melalui Dinas pariwisata kebudayaan akan terus di sosialisasikan hingga menarik para wisatawan Luar untuk berkunjung ke Majene merasakan keenakan jepa dan bau piapi serta dapat memanjakan mata di berbagai kegiatan tradisional dan kearifan lokal lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ridwan Alimuddin, Penggiat Dan Pemerhati Budaya Mandar mengatakan bahwa,”Penguatan nilai budaya dan kekayaan intelektual merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Dengan melindungi dan memanfaatkan warisan budaya serta karya intelektual, Indonesia dapat memperkuat identitas budaya, mendorong inovasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, ada beberapa kekayaan Masyarakat mandar yang sudah mendunia Jepa yang terbuat Dari ubi ada sagu sukun Asam Dan ini masing-masing Memiliki Manfaat Yang luar biasa serta sangat perlu dijaga kelestariannya,” jelasnya.

Ia menambahkan,”Adapun tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan warisan maritim Indonesia, kemudian mempromosikan pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya laut yang bertanggung jawab, dan untuk mengembangkan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mengelola sumber daya laut,” pungkasnya. (*HGDP)


















