Rusaknya Akal Manusia, Racun dari Sekularisme

0
70
Foto : Net

OPINI | HUKUM | POLITIK

“Kasus ini mungkin bukan kali ini saja, masih banyak lagi kerusakan-kerusakan yang terjadi di setiap tempat lain contohnya ada yang bunuh diri, membunuh orang, pemerkosaan, pencurian, penipuan, pelacuran, kerusakan pada remaja yang tawuran dan masih banyak lagi kerusakan yang tak tersebutkan,”

Oleh : Elviana

ALLAH SWT telah menyempurnakan akal manusia dengan baik, tetapi tidak semua manusia menggunakan akalnya dengan baik. Fakta yang kita lihat tak bisa kita pungkiri bahwa ada saja orang yang berbuat nekat menghabisi dirinya dengan cara yang diluar nalar kita.

Seperti kemaren ada seorang laki-laki yang tidak diketahui identitasnya sedang menghabisi badannya sendiri dengan cara memotong lidah, menusukkan pisau kelehernya, menusukkan pisau keperutnya sehingga keluarlah usus dan darah mengalir terus serasa dia tidak merasakan sakit.

Ditengah keramaian orang jalan raya dia melakukan aksinya sehingga mengakibatkan kemacatan panjang yang membuat orang terhalang berjalan, kejadian ini terjadi di Jalan Rajawali simpang 4 Perumnas Mandala Medan sekitar pukul 3 sore.

Sebagian orang hanya bisa menonton saja tak berani mendekat ataupun menolong. Menghubungi aparat kepolisian untuk menghentikan kelakuan yang menikami badan dirinya sendiri, ada juga yang memanfaatkan ponsel merekam siaran langsung, dan ada juga yang merasa ngilu dan takut.

Kasus ini mungkin bukan kali ini saja, masih banyak lagi kerusakan-kerusakan yang terjadi di setiap tempat lain contohnya ada yang bunuh diri, membunuh orang, pemerkosaan, pencurian, penipuan, pelacuran, kerusakan pada remaja yang tawuran dan masih banyak lagi kerusakan yang tak tersebutkan.

Atas kejadian yang memilukan ini kita sadar setiap manusia mempunyai permasalahan hidup, begitu juga pasti ada jalan keluarnya jika berpikir menggunakan akal yang baik dan sehat. Kebebasan berprilaku juga banyak kita temui disekitar kita terlebih dengan generasi zaman sekarang yang semangat menggebu-gebu rasa ingin tahu dan mencari jati diri yang besar tapi sayangnya selalu salah arah jika tidak menyandingkan dengan pemikiran yang baik.

Semua ini dikarenakan sistem hidup yang digunakan hari ini yaitu Sekularisme, paham yang memisahkan aturan agama dari kehidupan. Sehingga membuat manusia bebas melakukan apapun dan tidak diatur oleh agama, agama hanya ditempat ibadah saja karena arus yang paling besar merusak umat Islam dewasa ini adalah Sekularisme.

Jika racun saja dalam tubuh manusia bisa dibuang, diobati dan sembuh dengan cara berobat rutin, mengkonsumsi obat atas anjuran oleh dokter maka perlahan-lahan penyakit dan racun akan hilang dan membaik dengan sendirinya jika kita mendengar anjuran dari dokter it. Maka begitu juga dengan racun pemikiran Sekularisme yang tertanam dalam diri akal manusia bisa disembuhkan dan dibuang dari diri manusia jika dia beriman dan mengambil hukum-hukum dari sang pencipta yaitu Allah SWT.

Akal dalam Islam adalah potensi yang diberikan oleh Allah untuk berpikir, merenung, dan mengambil keputusan yang harus digunakan untuk memahami dan mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam Alqur’an sudah dijelaskan di Surah Ali Imron ayat 190-191:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi ,seraya berkata ya Tuhan kami tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia.Maha suci engkau maka perihalah kami dari siksa neraka.”

Idiologi Kapitalisme Sekularisme saat ini sangat berdampak buruk bagi manusia, khususnya umat Islam. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, Sekularisme adalah paham atau pandangan yang berpendirian hanya moralitas tidak perlu didasarkan pada ajaran agama. Negara atau masyarakat yang berdiri diatas paham sekularisme akan menolak campur tangan agama dalam kehidupan kecuali dalam urusan ibadah.

Paham Sekularisme ini datang dari barat, khususnya eropa. Mereka menentang agama sebagai aturan hidup karena dinilai sudah tidak kompatibel (cocok) dengan perkembangan zaman. Mereka juga menuding agama sebagai alat penindasan oleh gereja dan para raja yang didukung tokoh-tokoh gereja, apalagi raja disebut sebagai wakil Tuhan sehingga bebas berlaku otoriter dan menindas rakyat.

Para pejabat dan politisi di Indonesia tidak pernah mau mengakui bahwa Indonesia adalah Negara yang menganut paham Sekularisme, padahal pada faktanya berbagai aturan dan standar moral yang dibuat jauh dari nilai agama. Selain itu ada kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar atas kaum muslim yang berperan akan mencegah dirinya dari berbuat zalim dan mencegah kezaliman.

Sejarah telah membuktikan Islam mampu membawa manusia dalam keadilan di berbagai bidang dan menjamin keamanan untuk segenap umat. Sudah saatnya kaum muslim mencampakkan Sekularisme dan berjuang untuk menegakkan agama ini agar dapat dijadikan aturan dalam kehidupan bukan sekedar dijadikan aturan akhlak dan ibadah saja, jelas Islam adalah satu satunya agama yang sempurna dan Allah Ridhai. Wallahu a’lam bishawaab. (**)

*Penulis Adalah Aktivis Dakwah